GridOto.com - Setiap perjalanan libur baik jarak dekat maupun jauh seperti libur mudik Lebaran ini menyita energi.
Ini adalah kondisi yang harus diwaspadai pengemudi ketika pulang dari mudik Lebaran.
Satu bahaya yang menanti adalah gejala microsleep saat di tengah perjalanan pulang dari mudik.
Microsleep bisa terjadi karena penurunan stamina dan kelelahan fisik dari pengemudi.
Efeknya pengemudi akan mengalami rasa kantuk yang tidak disadari.
Baca Juga: Pasca Mudik Lebaran, Cek Kembali Tekanan Angin dan Keausan Ban Mobil
Masalahnya, pengemudi bisa mengalami gejala tidur sesaat ketika sedang mengemudi bahkan dalam keadaan mata terlihat terbuka.
Kehilangan kesadaran sesaat ini yang menjadi bahaya ketika sedang mengemudi, khususnya saat sedang berada di kecepatan tinggi.
"Hilang kesadaran atau tertidur sesaat hanya sedetik saja pada kecepatan 100 km/jam itu saja mobil sudah melaju sejauh 27 meter tanpa kontrol," jelas Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
Dalam 27 meter tersebut apapun bisa terjadi dengan risiko yang sangat tinggi.
Antisipasi pengereman hingga manuver menghindar sama sekali tidak ada yang bisa mengakibatkan kecelakaan seperti tabrakan maupun mobil keluar jalur.
Baca Juga: Bisa Lebih Macet dari Mudik, Ini Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Menghindari hal tersebut, microsleep bisa dicegah dengan cara yang sebenarnya mudah.
"Sebelum mengemudi harus tidur cukup 7 hingga 8 jam agar mendapat stamina yang cukup," saran Sony.
Istirahat yang cukup dibarengi dengan asupan makanan yang ideal agar kondisi tubuh tetap fit.
Selama perjalanan, pengemudi harus wajib membatasi jam berkendara.
"Maksimal setiap 4 jam mengemudi harus berhenti istirahat setidaknya 15 hingga 30 menit dengan melakukan peregangan dan power nap," himbau Sony.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR