Dari sisi mesin, AERO X dibekali mesin Blue Core 155 cc dengan teknologi VVA.
Tenaga yang dihasilkan sekitar 15,4 dk, dengan karakter responsif di putaran bawah dan tetap bertenaga di putaran tinggi.
Kombinasi mesin dan YECVT membuat performanya terasa lebih agresif.
Untuk menunjang handling, Yamaha menggunakan rangka underbone dengan roda 14 inci di depan dan belakang.
Sistem pengereman cakram di kedua roda, suspensi depan besar, serta shock belakang dengan reservoir mendukung kestabilan saat berkendara sporty.
Fitur modern juga melengkapi motor ini, seperti layar TFT 4,2 inci, konektivitas Y-Connect, smart key, serta lampu full LED.
Baca Juga: Warna Barunya Nongol di IIMS 2026, Harga Yamaha Aerox Bekasnya Cuma Segini
Bagasi bawah jok berkapasitas 24,5 liter dan tinggi jok sekitar 790 mm, dengan desain yang tetap ramah untuk pengendara.
Yamaha menyebut AERO X akan mulai dipasarkan di Jepang pada musim panas 2026, meski harga resminya belum diumumkan.
Lalu apa perbedaannya dengan Aerox 155 biasa yang dijual di Indonesia?
Kedua motor sama-sama sebenarnya menggunakan mesin 155 cc Blue Core dengan VVA.
Namun, perbedaan utama ada pada transmisi.
AERO X sudah dibekali teknologi YECVT (Yamaha Electric CVT) yang memungkinkan pengendara memilih mode berkendara (T dan S) serta fitur SHIFT untuk sensasi perpindahan gigi.
Sementara Aerox 155 masih mengadopsi CVT konvensional tanpa fitur tersebut.
Aerox 155 dirancang untuk penggunaan harian dengan karakter sporty yang tetap nyaman.
Sebaliknya, AERO X menawarkan pengalaman berkendara lebih agresif dan responsif, mendekati sensasi motor sport.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR