GridOto.com - Para pemudik lebaran 2026 tujuan Jawa Tengah siap-siap dengan kebijakan lalu lintas lokal yang akan diterapkan.
Polda Jawa Tengah akan memberlakukan one way lokal saat puncak arus mudik lebaran 2026 besok.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakanskema one way lokal yang akan diberlakukan berdasarkan diskresi kepolisian.
"Kebijakan one way lokal akan diterapkan sesuai indikator dan hasil monitoring kepadatan lalu lintas di lapangan," jelas Artanto kepada awak media, (10/3/26) mengutip Kompas.com.
Berdasarkan hasil survei dari dinas terkait, diperkirakan puncak arus mudik di wilayah Jawa Tengah akan terjadi pada dua periode, yakni tanggal 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.
Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Prediksi tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait fleksibilitas waktu kerja yang memungkinkan masyarakat memilih waktu keberangkatan yang berbeda sehingga pergerakan kendaraan tidak terpusat pada satu waktu tertentu.
Baca Juga: Lengkap! Ini Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026
"Kami mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan mudik dan balik dengan baik. Persiapkan kondisi fisik pengemudi, jika perjalanan jauh sebaiknya ada sopir cadangan, serta pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan," ungkapnya.
Selain itu, pemudik juga diimbau memastikan ketersediaan bahan bakar sebelum berangkat, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta mematuhi aturan dan rambu lalu lintas selama perjalanan.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkini, Polda Jawa Tengah juga menyediakan layanan chatbot berbasis WhatsApp bernama Si Polan yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi lalu lintas, lokasi rest area, jalur alternatif hingga layanan kepolisian lainnya.
"Kami persilakan masyarakat memanfaatkan layanan chatbot tersebut agar mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi lalu lintas selama perjalanan mudik," katanya.
Di samping itu, berbagai layanan hospitality juga disiapkan di seluruh pos pengamanan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melintas.
"Dengan berbagai kesiapan tersebut, kami berharap perjalanan mudik dan balik masyarakat di Jawa Tengah dapat berlangsung aman, nyaman dan menyenangkan," pungkasnya.
Selain itu, Polda Jawa Tengah membagi wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas ke dalam empat kawasan aglomerasi guna memudahkan pengendalian arus kendaraan.
Baca Juga: One Way dan Ganjil Genap Mudik Lebaran Berlaku di Beberapa Jalan Tol, Ini Jadwalnya
Empat wilayah tersebut meliputi aglomerasi Banyumas yang dikendalikan oleh Kapolresta Banyumas, aglomerasi Wonosobo yang mencakup jalur Banjarnegara, Dieng hingga Magelang akan dikendalikan oleh Kapolres Wonosobo, aglomerasi Klaten yang mengarah ke wilayah Yogyakarta dikendalikan oleh Kapolres Klaten, serta aglomerasi Ungaran-Semarang-Demak-Jepara yang berada di bawah kendali Kapolrestabes Semarang.
"Pos terpadu Kalikangkung yang dikendalikan oleh Dirlantas Polda Jateng akan mengkoordinasikan seluruh wilayah aglomerasi tersebut. Jadi bukan hanya jalur tol yang menjadi perhatian, tetapi jalur arteri juga menjadi fokus pengawasan," lanjutnya.
Dia menambahkan pengawasan tidak hanya dilakukan di jalur Jalan Tol Trans Jawa, tetapi juga mencakup jalur arteri Pantura, jalur tengah, jalur selatan hingga jalur arteri selatan-selatan atau Pansela.
"Seluruh jalur tersebut akan dipantau dan dikendalikan secara terpadu dari Pos Terpadu Kalikangkung oleh Dirlantas Polda Jateng," ujarnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR