2. Mitsubishi Destinator menawarkan mesin 1.5L turbo MIVEC dengan output sekitar 161–163 dk dan torsi 250 Nm serta transmisi otomatis CVT, menjadikannya lebih bertenaga untuk penggunaan harian dan keluarga daripada Jimny.
Mobil ini memiliki tiga baris kursi dengan kapasitas 7 penumpang, serta fitur keselamatan modern seperti Adaptive Cruise Control dan Forward Collision Mitigation, dan dibanderol mulai dari sekitar Rp 395 juta hingga lebih Rp 500 jutaan untuk varian tertinggi.
Suzuki Jimny memiliki keunggulan utama pada statusnya sebagai produk legendaris dengan karakter off-road yang sangat kuat.
Desainnya yang ikonik dipadukan dengan dimensi kompak membuat Jimny mudah dikendalikan di jalan sempit sekaligus tangguh saat menghadapi medan berat.
Keunggulan lain terletak pada penggunaan sistem penggerak empat roda (4x4) yang menjadi standar di semua varian, menjadikan Jimny salah satu SUV kecil dengan kemampuan jelajah sesungguhnya, bukan sekadar tampilan.
Sementara itu, Destinator menonjol lewat pendekatan yang lebih modern dan fungsional untuk penggunaan harian.
SUV ini dibekali mesin turbo yang menawarkan tenaga responsif, sehingga nyaman digunakan di dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Dengan konfigurasi tiga baris kursi dan kapasitas tujuh penumpang, Destinator jelas menyasar kebutuhan keluarga.
Keunggulan lainnya ada pada kelengkapan fitur keselamatan aktif serta sistem hiburan yang lebih lengkap, ditambah harga yang tergolong kompetitif di segmen SUV menengah. (Adam)
Baca Juga: Empat Juara Jimny Custom Contest Mamukau Pengunjung IIMS 2026
Jetour T2 Saingan Terdekat
Segmen SUV bergaya kotak atau boxy di Indonesia yang selama ini identik dengan Suzuki Jimny, mulai menghadapi rival baru.
Kehadiran SUV asal Cina dengan karakter petualang dan tampilan serupa, kini menawarkan alternatif di kelas harga yang tidak terpaut jauh, salah satunya Jetour T2.
Di pasar domestik, Suzuki Jimny 5 pintu masih menjadi pilihan utama untuk SUV boxy di kisaran harga Rp 500 jutaan.
Model yang diluncurkan pada awal 2024 ini dipasarkan dengan harga mulai Rp 474,8 juta hingga Rp 502,6 juta on the road (OTR) Jakarta.
Dimensi yang lebih panjang dibanding Jimny 3 pintu membuat ruang kabin dan bagasi lebih lega, tanpa menghilangkan karakter off-road khas Jimny.
Namun, peta persaingan mulai berubah dengan masuknya Jetour T2.
SUV boxy berkonfigurasi lima penumpang ini resmi diperkenalkan di Indonesia dan ditawarkan dengan harga spesial Rp 568 juta untuk 1.000 konsumen pertama, atau selisih sekitar Rp 60 jutaan dari Jimny 5 pintu varian tertinggi.
Baca Juga: Harga Mepet Suzuki Jimny, Jetour T2 Jadi Pilihan Baru SUV Boxy
Meski berada di segmen yang sama secara tampilan dan peruntukan, pendekatan teknis yang diusung Jetour T2 berbeda.
Mobil ini mengandalkan mesin 2.0 liter turbo yang menghasilkan tenaga 241 dk dan torsi 375 Nm, dipadukan dengan sistem X-WD Intelligent 4WD.
Sementara Suzuki Jimny mengandalkan mesin K15B 1.500 cc naturally aspirated dengan tenaga 103 dk dan torsi 134,2 Nm.
OTOMOTIF sendiri telah menjajal langsung Jetour T2 di lintasan off-road Pagedangan, Tangerang, Banten, pada Desember 2025 lalu.
Dalam kondisi trek licin dan berlumpur akibat hujan, T2 mampu menunjukkan kemampuan jelajah yang solid.
Saat mode berkendara disetel ke mud, mobil dapat melaju stabil di atas permukaan tanah basah tanpa membutuhkan injakan gas berlebihan.
Traksi tetap terjaga meski roda melintasi jalur licin dengan kontur tidak rata.
Pada tanjakan berlumpur, tambahan akselerasi ringan sudah cukup untuk membuat mobil lolos
tanpa gejala selip berlebihan.
Baca Juga: Baru Dijual di Indonesia, Pemesan Jetour T2 Sudah Tembus 1.500 Unit
Karakter mesin turbo terasa responsif sejak putaran bawah, dengan distribusi tenaga yang adaptif mengikuti kondisi medan.
Jetour T2 dibekali beragam mode berkendara seperti sand, rock, eco, normal, sport, snow, hingga mud.
Dukungan fitur seperti All-Terrain Offroad Assist Mode, Intelligent Crawling, dan Hill Descent Control turut membantu menjaga kendali kendaraan di medan menantang.
Di luar jalur off-road, performa mesin juga terasa saat kembali ke jalan aspal.
Akselerasi berlangsung spontan dan mobil dengan mudah mencapai kecepatan jelajah, menegaskan bahwa T2 tidak hanya berorientasi pada aktivitas petualangan, tetapi juga tetap nyaman digunakan untuk kebutuhan harian.
Dari sisi kenyamanan, suspensi mampu meredam guncangan dengan baik saat melewati jalur bergelombang, tanpa membuat bodi terasa limbung.
Konstruksi monocoque dengan tingkat kekakuan torsional tinggi memberi rasa berkendara yang solid dan stabil.
Jetour T2 juga dibekali sistem keselamatan aktif berbasis Bosch ADAS dengan total 15 fitur, termasuk Forward Collision Warning (FCW), Autonomous Emergency Braking (AEB), Blind Spot Detection (BSD), hingga Lane Keeping Assist.
Fitur Wading Radar turut membantu memantau ketinggian air hingga 700 mm saat melintasi genangan.
Secara dimensi, Jetour T2 tampil jauh lebih besar dibanding Suzuki Jimny, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan wheelbase 2.800 mm.
Struktur Hardtop Cage Body dengan dominasi high-strength steel memungkinkan atap menahan beban dinamis hingga 150 kg dan beban statis 300 kg, mendukung penggunaan rooftop tent untuk kebutuhan overlanding.
Interiornya dilengkapi panel instrumen digital 10,25 inci, layar sentuh tengah 15,6 inci, kamera 540 derajat, serta sistem audio 12 speaker.
Peredaman suara dan penggunaan double glass membuat kabin tetap senyap meski kendaraan digunakan di medan kasar.
Meski spesifikasi dan pendekatan teknis berbeda, Jetour T2 muncul sebagai alternatif baru bagi konsumen yang menginginkan SUV bergaya kotak dengan kemampuan off-road, namun tetap mengedepankan performa dan kenyamanan modern. (Wisnu)
Artikel ini telah terbit di Tabloid OTOMOTIF Edisi 39 XXXV 5 Februari 2026
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR