GridOto.com - Mobil listrik bekas mulai menunjukkan geliatnya di pasar otomotif Indonesia.
Hal ini terlihat dari mulai munculnya permintaan unit mobil listrik di balai lelang, meski skalanya masih relatif kecil dibandingkan kendaraan konvensional.
Presiden Direktur PT Balai Lelang Serasi (IBID), Daddy Doxa Manurung, mengatakan minat terhadap mobil listrik bekas mulai terlihat seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Tanah Air.
Menurutnya, unit mobil listrik yang dilelang di IBID umumnya berasal dari kendaraan operasional perusahaan atau armada fleet yang masa pakainya telah berakhir.
“Seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik di Indonesia, minat terhadap mobil listrik bekas juga mulai terlihat di pasar lelang. Di IBID sendiri, mobil listrik yang dilelang umumnya berasal dari unit operasional perusahaan maupun fleet yang masa pakainya telah berakhir,” ujar Daddy kepada GridOto.com, Senin (9/3/2026).
Meski begitu, tingkat keberhasilan penjualan mobil listrik bekas di balai lelang masih belum setinggi mobil bermesin konvensional.
Saat ini, rasio unit mobil listrik yang berhasil terjual berada di kisaran sekitar 45 persen dari total unit yang dilelangkan.
“Rata-rata rasio keberhasilan terjualnya mobil listrik di IBID saat ini berada di kisaran 45 persen dari total unit yang dilelangkan. Angka ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik bekas mulai terbentuk, meskipun masih dalam tahap awal dibandingkan kendaraan konvensional,” jelasnya.
Dari sisi kontribusi, penjualan mobil listrik bekas di IBID juga masih relatif kecil.
Baca Juga: Showroom Ungkap Alasan Mobil Listrik Bekas Mulai Diburu Konsumen
Saat ini porsinya baru sekitar 1 persen dari total kendaraan yang terjual melalui balai lelang tersebut.
“Kontribusi penjualan mobil listrik bekas terhadap total penjualan di IBID yakni sekitar 1 persen. Hal ini selaras dengan proporsi populasi mobil listrik yang masih terbatas di pasar kendaraan bekas secara keseluruhan,” kata Daddy.
Di sisi lain, nilai jual kembali mobil listrik bekas juga masih menjadi perhatian pasar.
Pasalnya, depresiasi kendaraan listrik cenderung lebih besar dibandingkan mobil konvensional.
Menurut Daddy, di pasar lelang IBID penurunan harga mobil listrik pada tahun pertama bisa mencapai 35 hingga 45 persen.
Sementara mobil konvensional umumnya mengalami depresiasi sekitar 10 hingga 15 persen per tahun.
“Secara umum, nilai jual kembali mobil listrik bekas masih mengalami penurunan yang relatif cukup tinggi dibandingkan mobil konvensional. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perkembangan teknologi kendaraan listrik yang cepat,” ujarnya.
Adapun beberapa model mobil listrik yang cukup diminati di balai lelang IBID antara lain Wuling Air EV, Toyota bZ4X, serta Hyundai Ioniq 5.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR