Menurut Toprak, saat dirinya pindah dari Yamaha ke BMW di World Superbike justru sebaliknya, semua tampak mirip sehingga cepat adaptasinya.
"Tidak ada perbedaan besar, semuanya sangat mirip. Oke mereknya berbeda, motor yang digunakan juga berbeda. Tetapi sensasi saat menggunakannya sangat mirip," tambahnya.
Baca Juga: Perang di Iran Ternyata Sudah Mengganggu MotoGP Sejak Seri Thailand
Ditambah lagi, motor yang digunakan Toprak di MotoGP saat ini juga bukan motor yang bisa dibilang matang.
Yamaha YZR-M1 saat ini yang menggunakan mesin V4, dimana para insinyur Yamaha masih mencari keseimbangan dan kecepatan.
Bahkan, tahun ini bisa dibilang setiap seri MotoGP dijadikan Yamaha tempat untuk mengembangkan mesin V4-nya agar bisa bekerja optimal di tahun depan.
"Saya merasa seperti mengendarai motor yang sama sekali berbeda. Saya masih perlu beradaptasi dengan semua ini," ungkap Toprak.
"Perasaan ini mirip dengan saat saya pindah dari kejuaraan Superstock Eropa ke World Superbike," tutupnya.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR