Di tengah tantangan tersebut, industri ban nasional dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan. Mukiat menyebutkan, sepanjang 2025 industri tumbuh di kisaran 4 hingga 5 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini ditopang oleh pasar ban mobil penumpang dan kendaraan niaga, baik untuk kebutuhan original equipment manufacturer (OEM) maupun replacement.
“Ban mobil passenger dan komersial baik untuk market replacement dan OEM tetap menjadi andalan bagi Bridgestone Indonesia,” katanya.
Selain pasar domestik, Bridgestone Indonesia juga masih mengandalkan ekspor sebagai penopang kinerja bisnis.
Saat ini, produk ban Bridgestone dari Indonesia telah diekspor ke lebih dari 70 negara, sehingga membantu menjaga keseimbangan bisnis di tengah fluktuasi pasar dalam negeri.
Mukiat juga menilai masuknya merek-merek ban baru ke Indonesia bukan semata ancaman bagi pemain lama.
Menurutnya, persaingan justru dapat memberikan dampak positif bagi industri secara keseluruhan.
“Kami meyakini bahwa hadirnya merek ban baru akan membawa dampak positif dengan membuka lebih banyak lapangan kerja serta memberikan konsumen pilihan ban yang lebih beragam di pasar,” pungkasnya. (Wisnu)
Baca Juga: Dampak Mobil Listrik ke Industri Ban, Ini Pandangan Bridgestone
Strategi Sailun di Tengah Kompetisi Ban
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR