GridOto.com - Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bukan cuma jadi panggung peluncuran mobil dan motor baru, tapi juga jadi barometer pembiayaan kendaraan.
Di tengah kondisi pasar yang dinamis, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebesar 60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut diraih Adira yang kembali hadir sebagai Official Multifinance Partner dan Official Trade-in Partner di IIMS 2026, bersama Danamon dan didukung MUFG.
Lonjakan SPK ini menjadi indikator bahwa kebutuhan pembiayaan kendaraan masih tumbuh, sekaligus mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga di awal 2026.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, mengatakan bahwa momentum pameran otomotif seperti IIMS selalu menjadi periode penting bagi industri pembiayaan.
“Sebagai perusahaan pembiayaan, peran kami bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan ketenangan melalui solusi yang lebih terencana dan bertanggung jawab," kata Dewa di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
"Bagi Adira, pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang berjalan seiring dengan nilai dan manfaat yang kami berikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Secara kinerja tahunan, Adira Finance juga membukukan hasil positif sepanjang 2025.
Perusahaan mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp 43,2 triliun, naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Carens Jadi Magnet, Model ini Sumbang 80 Persen di IIMS 2026
Sementara piutang pembiayaan yang dikelola tumbuh 13 persen menjadi Rp 63,4 triliun.
Dari sisi profitabilitas, pendapatan tercatat Rp 12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 1,5 triliun.
Kualitas aset pun tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) membaik ke level 2,0 persen.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani, menyebut fundamental yang solid menjadi bekal penting untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat di tengah tantangan industri multifinance.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin," paparnya.
"Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh 6–8 persen, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026," tuturnya.
Fondasi inilah yang membuat Adira optimistis menyambut 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Dengan kenaikan SPK hingga 60 persen di IIMS 2026, Adira melihat segmen kendaraan baik mobil maupun motor masih menjadi kontributor utama pembiayaan.
Baca Juga: Geely Tutup IIMS 2026 dengan 1.776 SPK, Segini Kontribusi EX2
Apalagi, pameran otomotif kerap dimanfaatkan konsumen untuk berburu promo bunga ringan hingga program trade-in.
Hasil di IIMS 2026 ini sekaligus mempertegas bahwa pasar otomotif nasional masih bergerak.
Tinggal bagaimana pelaku industri, termasuk perusahaan pembiayaan, menjaga momentum lewat skema kredit yang kompetitif dan tetap prudent.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR