GridOto.com - Belakangan ini lagi ramai oli mesin yang dicampur dengan minyak goreng.
Campuran minyak goreng pada oli mesin dipercaya dapat memperpanjang usia pakai, benarkah demikian ?
Seperti yang dilakukan oleh pemilik Suzuki Address berikut ini.
"Bukan mitos ternyata oli Shell kuning dengan migor (minyak goreng) bisa tahan 5.000 km. Tapi saya masih coba-coba migornya 50 ml, olinya 600 ml," ucap akun Julfan Ohliss dalam group Facebook Suzuki Adress Indonesia.
Pakar Lembaga Minyak dan Gas (Lemigas) kasih fakta menarik mengenai efek samping oli mesin dicampur minyak goreng.
Menurutnya minyak goreng memang dapat digunakan sebagai pelumas.
Baca Juga: Ahli Bilang Ester Pada Oli Mesin Motor Bisa Dibuat dari Minyak Goreng
"Namun tidak bisa digunakan secara langsung melainkan sebagai bahan baku biopelumas," ucap Muhammad Fuad, Peniliti Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas melalui laporannya yang diterima GridOto beberapa waktu yang lalu (02/01/2024).
Nah, biasanya biopelumas dibutuhkan untuk pelumas mesin-mesin khusus, seperti mesin yang mengutamakan untuk kesehatan dan lingkungan.
"Hanya saja diperoses lebih lanjut dengan bahan kimia tertentu, sehingga minyak goreng dapat dihasilkan sebagai produk dengan karakter pelumas mesin," jelas Fuad.
"Seperti mesin buat industri makanan dan minumam," tambahnya.
Selain itu, Fuad juga menyoroti titik didih pelumas dan minyak goreng.
Hal ini sangat penting karena umumnya suhu mesin motor berada pada rentang yang cukup tinggi.
"Sebagian besar titik didih pelumas berada pada rentang 370 °c sampai 500 °c," jelas Fuad.
"Sedangkan minyak goreng berada pada kisaran 400 °c sampai 500 °c," tambahnya dalam laporannya.
Ngomong-ngomong soal kekentalan atau yang dikenal dengan SAE, minyak goreng ternyata lebih kental dibandingkan dengan oli mesin.
"Minyak goreng lebih kental dari oli mesin bahkan jika dibandingkan dengan oli mesin kental sekalipun," kata Fuad.
Hal itu membuat minyak goreng riskan mengganggu proses pelumasan kalau dicampurkan dengan oli mesin.
"Apalagi untuk kendaraan yang membutuhkan oli mesin encer," jelas Fuad.
"Contohnya mesin yang menggunakan HLA atau hydraulic lash adjuster," paparnya.
Fakta selanjutnya ternyata minyak goreng sulit mengalir pada suhu rendah atau saat mesin motor masih dingin.
"Minyak goreng juga lebih sulit mengalir dibandingkan dengan oli mesin pada suhu rendah," kata Fuad.
Sehingga campuran minyak goreng ini juga enggak cocok buat motor yang pakai tonjokan keteng hidrolik.
Baca Juga: Pantas Enggak Boleh Dicampur Minyak Goreng, Ini Fungsi Penting Oli Mesin
Karena tekanan tensionernya membutuhkan tekanan dari oli mesin yang lebih stabil pada setiap kondisi.
Selain itu, minyak goreng ternyata lebih mudah rusak bila terkena panas.
"Minyak goreng lebih mudah rusak bila kena panas dibandingkan dengan oli mesin," ujar Fuad.
Padahal mesin motor butuh oli mesin enggak hanya sebagai pelumas tapi juga sebagai pendingin.
Pendapat Fuad bukannya tanpa dasar, ia pernah menelitinya melalui uji laboratorium.
"Pengujian membuktikan kalau minyak goreng lebih mudah membuat komponen atau part di dalam mesin aus jika dibandingkan oli mesin," kata Fuad.
"Karena ternyata senyawa dalam minyak goreng membuat komponen logam (yang ada di dalam mesin) lebih mudah aus," tuturnya.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR