GridOto.com- Pada pencahayaan sinar lampu utama mobil ada 2 indikator penting yang perlu diketahui pengendara.
Kedua istilah itu adalah Lumen dan Kelvin.
Suhendra Hanafiah, Brand Manager PIAA, Sumber Berkat Group mengatakan konsumen perlu mempertimbangkan keduanya karena penting untuk kelayakan penggunaan penerangan kendaraan.
"Lumen adalah satuan yang mengukur ketebalan cahaya," jelas Suhendra.
Menurut pria yang berkantor di Jl. Sangaji, Jakarta Pusat ini, semakin tinggi angka Lumen maka semakin padat cahayanya.
"Sehingga semakin terang cahayanya," ungkap Suhendra.
Sementara Kelvin merupakan ukuran untuk warna lampu.
Angka Kelvin yang tinggi tidak berarti lampu tersebut lebih terang, akan tetapi warnanya bergeser dari kuning ke putih hingga kebiruan.
Baca Juga: LED dan Projector Mendominasi, Brand Premium Tetap Bertahan di Tengah Perang Harga
Untuk patokan cahaya lampu berwarna putih angka Kelvin dipakai dengan angka 6.000.
Semakin tinggi angkanya misalnya 7.000 Kelvin, 8.000 Kelvin maka cahaya berubah menjadi biru.
Semakin ke bawah semisal 5.000, 4.000 atau 3.000 akan semakin kuning.
"Untuk lampu kabut angka kelvinnya paling rendah yakni 2.500," jelas Suhendra.
Umumnya bohlam lampu untuk headlamp halogen di pasaran berkisar pada angka 1.500-2.000 Lumen dengan angka kelvin di kisaran 3.000-3.500.
"Angka segitu sesuai dengan regulasi internasional. Mereka tidak merekomendasikan lampu itu cahayanya putih. Alasan keamanan terlebih pada saat hujan atau jalan basah," tutup Suhendra.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR