GridOto.com – Mitsubishi L100 EV absen dalam jajaran produk yang dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Absennya light commercial vehicle berbasis listrik tersebut sempat memunculkan spekulasi bahwa Mitsubishi L100 EV sudah tidak lagi dipasarkan di Indonesia.
Namun, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menegaskan bahwa L100 EV hingga kini masih dijual.
Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro, memastikan bahwa kendaraan niaga listrik tersebut tetap menjadi bagian dari lini produk Mitsubishi di Tanah Air.
“Enggak, sebenarnya L100 masih dijual. Ya ini dia, makanya kalau dibilang elektrifikasi, sebetulnya Mitsubishi juga satu line up baterai EV itu ada yang L100,” ujar Irwan dalam konferensi pers, Senin (9/2/2026).
Meski bukan termasuk kategori passenger car, L100 EV disebut menjadi bukti konkret bahwa Mitsubishi sudah memiliki teknologi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Irwan mengakui, segmen pasar L100 EV memang sangat terbatas.
Sebagai kendaraan niaga ringan, peminatnya tidak sebesar mobil penumpang listrik.
“Memang walaupun ini light commercial vehicle, pasarnya kecil sekali, tapi ada,” jelasnya.
Baca Juga: Ragam Program Penjualan dan After Sales Mitsubishi Motors Selama IIMS 2026
Ia menambahkan, keberadaan L100 EV sekaligus menegaskan bahwa elektrifikasi bukan hal baru bagi Mitsubishi, dan menjadi fondasi sebelum perusahaan mulai lebih agresif menghadirkan mobil listrik penumpang.
“Itu juga salah satu bukti bahwa teknologi Mitsubishi untuk EV itu ada. Makanya untuk tahun ini baru kita akan mulai untuk passenger car-nya,” ungkap Irwan.
Terkait wilayah pemasaran, MMKSI mengakui distribusi L100 EV masih sangat terfokus di area Jabodetabek.
“Iya, masih di Jabodetabek. Konsumen di luar Jakarta itu enggak terlalu banyak, bisa dibilang sedikit sekali,” katanya.
Fenomena tersebut, menurut Irwan, sejalan dengan tren kendaraan listrik secara umum di Indonesia, di mana sekitar 80 persen penjualannya masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek.
“Di passenger car BEV pun seperti itu, 80 persen ada di Jakarta. Faktor seperti ganjil-genap itu kan hanya ada di Jakarta,” jelasnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR