GridOto.com – PT Toyota-Astra Motor (TAM) buka suara terkait peluang menghadirkan kembali mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di pasar otomotif Indonesia.
Isu ini mencuat seiring hilangnya Toyota RAV4 PHEV dari situs resmi Toyota Indonesia.
Padahal, model tersebut sempat dipasarkan secara terbatas pada 2023 sebagai bagian dari pengenalan teknologi elektrifikasi Toyota di Tanah Air.
Tak hanya itu, Toyota juga sempat memamerkan Prius PHEV di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.
Namun, hingga kini model tersebut belum juga dijual secara resmi ke konsumen Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Vice President TAM, Henry Tanoto, menegaskan bahwa Toyota sejatinya masih membuka peluang terhadap semua teknologi, termasuk PHEV.
“Ya sebenarnya kita tuh terbuka lah untuk mempelajari semua teknologi, semua model. Mungkin teman-teman sudah pada tahu lah sebenarnya Toyota tuh pattern-nya bagaimana,” ujar Henry di sela-sela acara New Year Media Gathering beberapa hari lalu.
Henry menjelaskan, Toyota tidak ingin terburu-buru dalam memasarkan suatu teknologi baru tanpa melihat kesiapan dan kebutuhan pasar.
Menurutnya, PHEV tetap menjadi salah satu solusi yang dipertimbangkan, khususnya jika dinilai relevan bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Mazda CX-80 PHEV Lawan Sepadan JAECOO J8 SHS, Siapa Lebih Kencang?
“Jadi kalau kita lihat nanti PHEV itu ternyata memang salah satu solusi yang baik untuk masyarakat, ya kami pasti akan study dengan serius,” lanjutnya.
Meski begitu, Henry masih enggan mengungkap kapan tepatnya Toyota akan kembali meluncurkan model PHEV di Indonesia.
Ia menyebut, strategi peluncuran produk Toyota kerap dilakukan secara senyap tanpa banyak sinyal lebih dulu.
“Cuma tanggal mainnya kan selalu rahasia ya, pokoknya entar tiba-tiba nongol aja gitu. Jadi intinya kami selalu akan coba pelajarin,” tutup Henry.
Sebagai informasi, PHEV menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai yang bisa diisi ulang dari sumber listrik eksternal.
Teknologi ini digadang-gadang menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh, terutama di negara dengan infrastruktur kendaraan listrik yang masih berkembang seperti Indonesia.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR