GridOto.com - Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia memasuki fase baru seiring meningkatnya minat konsumen terhadap mobil berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Di tengah lonjakan pasar tersebut, Jaecoo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat lini PHEV di Tanah Air, termasuk membuka peluang penambahan model atau varian baru mulai 2026.
“Memasuki 2026, Jaecoo berkomitmen untuk terus mengembangkan lini New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia, termasuk peluang menghadirkan varian atau model PHEV baru,” ujar Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, kepada GridOto.com belum lama ini.
Menurut Ryan, langkah tersebut sejalan dengan visi Jaecoo dalam menghadirkan kendaraan yang tidak hanya efisien secara energi, tetapi juga tetap menawarkan performa yang solid serta relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
“Ini sejalan dengan semangat inovasi Jaecoo untuk menghadirkan kendaraan yang efisien, berperforma baik, dan sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia,” lanjutnya.
Saat ini, Jaecoo telah memasarkan dua model PHEV di Indonesia, yakni J7 SHS yang dibanderol Rp 499,9 juta dan J8 SHS dengan harga Rp 818 juta on the road (OTR) Jakarta.
Keduanya mengandalkan teknologi Super Hybrid System (SHS) sebagai keunggulan utama.
Ryan menilai, pasar PHEV di Indonesia saat ini masih lebih didorong oleh kebutuhan efisiensi, terutama terkait biaya operasional dan penggunaan harian.
“Menurut kami, pasar PHEV di Indonesia saat ini lebih banyak didorong oleh kebutuhan efisiensi, terutama terkait biaya operasional dan penggunaan harian,” jelasnya.
Baca Juga: Jaecoo J5 EV Dirakit di Pabrik Mercy di Wanaherang, Ini Kata Bos Chery
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR