GridOto.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menatap pasar otomotif nasional 2026 dengan optimisme tinggi.
Meski mencatat penurunan volume penjualan retail sepanjang 2025, Suzuki menargetkan lonjakan pangsa pasar hingga 9,5 persen pada tahun ini.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan retail Suzuki sepanjang 2025 tercatat sebanyak 64.838 unit dengan market share 7,8 persen.
Angka tersebut turun dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 69.392 unit, namun dengan pangsa pasar yang tetap sama, yakni 7,8 persen.
Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Saputra, mengatakan penurunan penjualan tersebut sejalan dengan kondisi pasar otomotif nasional yang secara keseluruhan mengalami koreksi.
“Kalau bicara dari 2024 ke 2025, secara overall total market memang turun. Tapi pangsa pasar kami masih sama. Tentunya ya kami ada sedikit koreksi turun,” ujar Dony saat ditemui di sela acara Media Gathering Suzuki 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Meski demikian, Suzuki justru melihat kondisi tersebut sebagai pijakan untuk melangkah lebih agresif di 2026.
Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, Suzuki menargetkan peningkatan pangsa pasar yang cukup signifikan.
“Terlepas dari hal tersebut, dengan market share yang sama, kami menatap 2026 ini lebih optimis. Ya kami harapkan di 2026 ini target market share kami di angka 9,5 persen,” kata Dony.
Baca Juga: Sempat Viral Diskon Rp 100 Juta Suzuki Jimny, Begini Faktanya
Optimisme tersebut, lanjut Dony, bukan tanpa dasar.
Suzuki telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merangsang pasar dan memperkuat loyalitas konsumen.
“Nah kalau bicara optimisme, apa yang kami lakukan, tadi sebetulnya sudah disebutkan ada beberapa strategi,” ujarnya.
Strategi pertama berkaitan dengan penawaran model dan produk baru, termasuk menghadirkan varian-varian anyar yang diharapkan mampu menggairahkan pasar.
Selain itu, Suzuki juga berfokus pada peningkatan kualitas operasional agar pengalaman pelanggan semakin baik.
“Yang kami siapkan di tahun 2026 ini, satu adalah masalah berkaitan dengan penawaran model dan produk baru, dan termasuk varian baru untuk merangsang market,” ucap Dony.
Enggak hanya dari sisi produk, Suzuki juga menaruh perhatian besar pada penguatan jaringan dan kedekatan dengan konsumen.
Perluasan serta optimalisasi jaringan dealer menjadi salah satu kunci untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.
“Yang kedua adalah bagaimana kami mengimprove operasional kami sehingga kepuasan pelanggan semakin tinggi dan tetap kembali ke Suzuki. Kemudian yang ketiga adalah bagaimana kami mendekatkan diri kami, artinya network dan outlet kami lebih dekat lagi pada konsumen secara jaraknya,” jelasnya.
Aspek layanan purnajual pun tidak luput dari perhatian.
Suzuki menilai after sales service menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan dan loyalitas pelanggan di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.
“Kemudian yang terakhir adalah berkaitan dengan pelayanan di after sales kami. Kira-kira begitu,” tutup Dony.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR