Di bawah layar utama, masih tersedia tombol fisik, lengkap dengan fitur pengisian daya nirkabel (wireless charging) dan tempat gelas pada konsol tengah.
Menariknya, konsumen Wuling Starlight 560 diberikan opsi konfigurasi 5-kursi maupun 7-kursi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Wuling Starlight 560 memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.810 mm.
Soal fleksibilitas ruang kabin, bagasinya memiliki kapasitas standar 320 L yang dapat diperluas hingga 1.945 L jika kursi belakang dilipat.
Keunggulan lainnya, kursi depan dapat dilipat hingga benar-benar rata, dan sandaran kursi belakang dapat disesuaikan hingga kemiringan 125°.
Untuk detail performa, pada varian ICE dibekali mesin 1.5T yang menghasilkan tenaga maksimum 130 kW (174 hp) dan torsi puncak 290 Nm, dipadukan transmisi 6MT atau CVT.
Lalu pada Wuling Starlight 560 PHEV, menggunakan kombinasi mesin 1.5L dan motor listrik depan. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 78 kW (105 hp).
Sedangkan motor listriknya menyemburkan 145 kW (194 hp) dan torsi 230 Nm. Jarak tempuh listrik murni (CLTC) mencapai 125 km dengan total jarak tempuh gabungan (WLTC) 1.100 km.
Terakhir untuk varian BEV, powertrainnya berupa motor listrik bertenaga 100 kW (134 hp) dan torsi 200 Nm.
Menggunakan paket baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 54,5 kWh atau 56,7 kWh, yang menawarkan jarak tempuh CLTC mulai dari 450 km hingga 500 km.
Arsitekturnya mendukung pengisian daya 2C, memungkinkan pengisian 30% ke 80% hanya dalam 20 menit, atau menambah jarak 200 km dalam 15 menit.
Melansir dari Carnewschina, Wuling Starlight 560 dibanderol di rentang harga 62.800 hingga 98.800 yuan.
Kalau dikonversi ke Rupiah, banderolnya setara Rp 151 jutaan sampai Rp 237,6 jutaan (kurs 1 yuan = Rp 2.405,07 per 26 Januari 2026).
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR