Ia menambahkan, target pengembangan strategi ekspor yang disampaikan saat peresmian pabrik kini mulai terealisasi.
“Ekspor OH 1626 L Euro 5 ke Thailand mencerminkan fokus jangka panjang kami pada kualitas, keselamatan, dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN,” lanjutnya.
Dari sisi teknis, sasis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 telah dibekali fitur keselamatan seperti anti-lock braking system (ABS) sebagai standar, konfigurasi mesin belakang untuk keseimbangan kendaraan, serta rangka sasis yang dirancang kokoh untuk daya tahan jangka panjang.
Sementara itu, bodi bus buatan PT Laksana Bus Manufaktur memenuhi berbagai standar keselamatan internasional, mulai dari UNECE R66 untuk perlindungan saat bus terguling, UNECE R118 terkait material interior tahan api, hingga ECE R43 untuk kaca keselamatan.
Perlindungan penumpang juga diperkuat melalui standar kursi, sabuk pengaman, serta pintu darurat yang telah disesuaikan dengan regulasi Thailand.
Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman, menegaskan bahwa unit ekspor ini membuktikan daya saing produk karoseri nasional.
“Unit ekspor ini membuktikan bahwa bodi bus buatan Indonesia dapat sepenuhnya memenuhi standar keselamatan Eropa sembari juga memenuhi persyaratan pasar khusus di Thailand,” ujarnya.
Dengan ekspor perdana ini, posisi Indonesia sebagai basis manufaktur Daimler Truck di kawasan ASEAN kian menguat.
Ke depannya, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekspor kendaraan niaga, memperkuat rantai pasok lokal, serta meningkatkan daya saing industri otomotif nasional di pasar regional.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR