GridOto.com – Upaya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam memperkuat kendaraan elektrifikasi tak hanya berhenti pada peluncuran produk.
Di balik layar, pabrikan asal Jepang ini tengah memacu pengembangan baterai hybrid berbasis lokal sebagai fondasi penting menuju industri otomotif yang lebih mandiri.
Adapun saat ini baterai lithium-ion yang digunakan pada model hybrid Toyota di Indonesia telah dirakit secara lokal, dan memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 21,27 persen.
Namun, TMMIN tak mau berpuas diri dengan capaian tersebut dan berencana memproduksi baterai secara mandiri.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam lokalisasi baterai terletak pada sel baterai itu sendiri.
Alasannya, komponen tersebut menjadi inti dari sistem penyimpanan energi kendaraan elektrifikasi.
“Kalau bicara baterai, kuncinya sebenarnya ada di sel baterai. Komponen lain seperti casing, power control, sensor, itu relatif lebih mudah dilokalkan. Tapi sel baterai ini memang yang paling krusial,” ujar Bob Azam di Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Ia memaparkan, satu paket baterai hybrid tersusun dari sekitar 30 komponen utama.
Dari jumlah tersebut, delapan komponen kini sudah berhasil diproduksi di dalam negeri.
Baca Juga: Harga Spesial Masih Berlaku, Toyota Perpanjang Pre-Book Veloz Hybrid
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR