GridOto.com - Selain generasi Supra dan Revo, jangan lupa kalau Astra Honda Motor (AHM) juga pernah punya bebek lain yang berkonsep sporty, ia adalah Blade.
Honda Blade yang kental aura sporti ini sempat menjadi andalan AHM untuk mengacak-acak segmen bebek yang kala itu cukup didominasi Yamaha Jupiter Z.
Blade sendiri bertahan sekitar 12 tahun mengaspal sejak 2008, hingga akhirnya berhenti produksi di 2020.
Selama perjalanannya Honda Blade telah melewati tiga transformasi generasi yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
Blade Generasi Pertama 2008-2011
Honda Blade Gen 1 lahir pada tahun 2008 dengan desain yang sangat berani dan keluar dari pakem motor bebek Honda saat itu.
Motor ini mengusung konsep bebek sport dengan lampu utama yang menyatu di bagian bodi depannya, bukan di batok setang.
Oh iya, di zaman itu gaya lampu model begini juga sering disebut 'lampu bego' lantaran cahaya lampu yang tak ikut belok meski setangnya sudah belok.
Baca Juga: Melihat Sejarah Yamaha Byson, Dari Motor Gagah Idaman hingga Miris di Ujung Nasib
Tampilannya makin racy berkat desain spakbor yang dibuat menempel di tabung sokbreker depan ala motor sport.
Honda Blade generasi pertama ini mengusung mesin 110 cc SOHC berpendingin udar.
Urusan tenaga, mesinnya mampu menyemburkan power sebesar 8,66 dk pada 7.000 rpm, dengan torsi 8,42 Nm di 5.500 rpm.
Tahun 2010 AHM sempat melakukan sedikit update desain pada Blade, yakni pada bagian spakbor depannya yang dibuat lebih lebar di sisi sampingnya.
Blade generasi pertama ini mengaspal sampai tahun 2011.
Blade Generasi Kedua 2011-2014
Memasuki tahun 2011, AHM merombak besar-besaran strategi merekadengan meluncurkan Blade generasi kedua.
Desain awal Blade yang cukup radikal itu ditinggalkan dan berubah menjadi lebih "Honda" dengan konsep bebek konvensional yang lebih gambot.
Pada generasi ini, posisi headlamp dipindahkan ke bagian batok setang dengan model dual headlamp yang lebih head to head dengan Jupiter Z.
Selain bodi yang jadi lebih kekar, perubahan paling signifikan ada pada sektor pengereman yang sudah mengadopsi cakram ganda atau double disc brake.
Mesinnya pun mendapat tambahan fitur HVIC (Honda Variable Ignition Control) yang diklaim mampu mengoptimalkan pengapian.
Soal tenaga, output powernya sendiri jadi sedikit lebih kecil dengan raihan angka 8,28 dk di 7.500 rpm, plus torsinya sebesar 8,13 Nm di 5.500 rpm.
Honda Blade generasi kedua ini cuma beredar selama tiga tahun, karena 2014 AHM kembali meng-upgrade Blade.
Blade Generasi Ketiga 2014-2020
Evolusi terakhir Honda Blade terjadi pada tahun 2014 dengan lahirnya Blade 125 FI.
Sesuai namanya, motor ini naik kelas dari 110 cc ke mesin 125 cm, dengan basis mesin nyomot kepunyaan Supra X 125.
Tentu saja pengabut bahan bakarnya juga sekalian di-upgrade jadi pakai injeksi.
Secara tampilan, desain Blade 125 ini mirip banget dengan generasi kedua, namun dengan kapasitas tangki bensin yang lebih besar, kini 4 liter.
Dengan kapasitas yang membengkak, maka output tenaganya pun melonjak jadi sebesar 9,96 dk pada 8.000 rpm, dengan torsi 9,3 Nm di 4.000 rpm.
Sayangnya, dengan segala upgrade-nya itu perjalanan Honda Blade ternyata harus terhenti.
Beralihnya tren konsumen ke motor matic mungkin jadi salah satu faktor yang membuat penjualannya semakin sepi.
Apalagi AHM sendiri masih punya Revo yang lebih murah, dan Supra X 125 FI dengan namanya yang lebih besar dari Blade.
Akhirnya sekitar awal 2020 AHM menyuntik mati Blade.
Sobat GridOto ada yang pernah pakai Honda Blade? Silahkan share pengalamannya.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR