GridOto.com – Serupa dengan oli mesin, air radiator atau coolant juga harus diganti secara berkala.
waktu atau interval pergantian air radiator lebih lama dari oli mesin.
“Semuanya disesuaikan berdasarkan manual book kendaraan,” buka Novarian Praputranda, Aftermarket Section Head Seiken, pabrikan air radiator, oli mesin dan minyak rem di Indonesia kepada GridOto.
“Kalau standar kami, pergantian air radiator mengikuti OEM pada 40.000 km atau 2 tahun sekali,” sarannya.
Baca Juga: Jangan Tunggu Overheat, Air Radiator Motor Bekas Wajib Dikuras Tiap Kilometer Segini
Soalnya Saat memasuki usia pemakaian 2 tahun atau 40 ribu Kilometer terjadi penurunan performa.
“Proteksi dan kadar aditifnya lama-lama turun levelnya,” ujar pria yang disapa Rian.
“Sehingga sudah tidak maksimal lagi proteksi terhadap radiatornya,” tambahnya saat dihubungi pada Selasa (06/01/2026).
Dampaknya air radiator atau coolant jadi gampang mendidih yang membuat suhu mesin jadi meninggi.
Oleh karena itu, Rian menyarankan untuk mengganti air radiator sebelum jadwal atau waktu pergantiannya.
Baca Juga: Kipas Radiator Mobil Bisa Mati, Pahami Penyebab dan Dampaknya
“Supaya awet radiatornya lebih awet ,” tuturnya.
Oya, di dalam air radiator terdiri dari beberapa zat aditif.
Seperti anti-karat hingga ethylene glycol atau EG yang berfungsi sangat penting dalam air radiator.
Ethylene Glycol atau EG mencegah air radiator mendidih saat suhu tinggi.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR