Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Tahun 2025 PHEV Booming di Indonesia, 2026 Bakal Diserbu Model Baru

Dwi Wahyu R. - Senin, 5 Januari 2026 | 14:28 WIB
Tahun 2025 Segmen PHEV Booming di Indonesia, 2026 Diserbu Model Baru
Robby/GridOto.com
Tahun 2025 Segmen PHEV Booming di Indonesia, 2026 Diserbu Model Baru

GridOto.com - Dulu segmen PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle dianggap segmen kecil yang sulit berkembang.

Bertahun-tahun total jualan setahunnya cuma belasan atau puluhan unit saja.

Namun, Tahun 2025 pasar mobil Plug-in Hybrid atau PHEV booming.

Dari data wholesales Gaikindo Januari - November 2025 penjualan PHEV di Indonesia mencapai 4.312 unit.

Naik 3.200 persen dibanding wholesales tahun 2024 yang cuma 136 unit saja.

Pesatnya pertumbuhan segmen ini tak lepas dari hadirnya mobil PHEV dengan harga terjangkau dari pabrikan Cina.

Zeng Shuo, Country Manager PT Chery Sales Indonesia di depan Tiggo 7 CSH di Auto Shanghai 2025
Dwi Wahyu R./GridOto.com
Zeng Shuo, Country Manager PT Chery Sales Indonesia di depan Tiggo 7 CSH di Auto Shanghai 2025

Baca Juga: Meledak Sejak Mei, Penjualan Mobil PHEV Sudah Tembus Segini

"Karena kami tidak hanya memiliki mobil listrik atau BEV saja, tapi banyak sekali mobil PHEV yang cocok untuk Indonesia," jelas Zeng Shuo, Presiden Direktur PT Chery Sales Indonesia (CSI) kepada GridOto.com beberapa waktu lalu.

Kini mobil konsumen Indonesia bisa membeli PHEV dari Cina dengan harga mulai Rp 400 jutaan.

Contohnya Tiggo 8 CSH Comfort yang dijual Rp 439,9 juta, Wuling Darion PHEV CE Rp 439 juta, Jaecoo J7 SHS Rp 499,9 juta, dan Geely Starray EM-i Rp 499 juta.

Padahal sebelumnya segmen PHEV di Indonesia hanya diisi mobil buatan Jepang dan Eropa yang harganya di atas Rp 1 miliar.

Contohnya Toyota RAV4 PHEV Rp 1,150 miliar, XC90 PHEV Rp 2,4 miliar, dan BMW XM 50e Rp 3,776 miliar.

Toyota RAV4 GR Sport PHEV Punya Dua Tutup Tangki, Fungsinya Apa?
Dwi Wahyu R./GridOto.com
Toyota RAV4 GR Sport PHEV Punya Dua Tutup Tangki, Fungsinya Apa?

Baca Juga: Sukses Main EV, BYD Bakal Bawa Mobil PHEV ke Indonesia Tahun 2026

Tahun 2025 kemarin tercatat ada delapan mobil PHEV yang meluncur di Indonesia, yaitu Mazda CX-80 PHEV, Tiggo 8 dan 9 CSH, Jaecoo J7 dan J8 SHS, Geely EM-i, Wuling Darion PHEV, dan Lepas L8 CSH.

Sehingga per Desember 2025 total ada 13 model mobil PHEV di Indonesia.

Nah, Tahun 2026 ini bakal banyak mobil PHEV yang masuk ke Indonesia, khususnya dari pabrikan Cina seperti BYD, Denza, Chery, Jetour, Jaecoo, dan Wuling.

Bahkan pabrikan yang saat ini cuma main mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) sudah kasih kode bakal main PHEV.

“Mudah-mudahan akan ada sedan, hatchback, SUV, atau bahkan off-road SUV yang akan kami perkenalkan di bawah brand Denza,” jelas Eagle Zhao, President Director BYD Motor Indonesia di acara Media Gathering 2025, Sentul, Jawa Barat (11/12).

Denza B5
Denza Australia
Denza B5

Baca Juga: PHEV Rasa Sports Car, Mazda CX-80 Juaranya Big SUV GridOto Award 2025

"Modelnya sebenarnya bukan sebuah kejutan besar, tapi yang bikin spesial adalah teknologi yang dipakai merupakan yang pertama diterapkan di Denza," lanjut Zhao sambil tersenyum.

Zhao menambahkan, bahwa teknologi baru ini akan diterapkan atau dipakai di model-model baru Denza selanjutnya.

Kalau melihat lini produk ekspor Denza untuk negara-negara setir kanan, maka salah satu kandidat kuatnya adalah Denza B5 atau Denza B8.

Kalau di Cina, Denza B5 itu dikenal dengan nama Fangchengbao Bao 5 sedang B8 dipasarkan dengan nama Fangchengbao Bao 8.

Keduanya adalah Boxy SUV dengan mesin 1.500 cc Turbo berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Changan Deepal S05 REEV
Dwi Wahyu R./GridOto.com
Changan Deepal S05 REEV

Baca Juga: Perbedaan Mobil Hybrid PHEV dan REEV, Ternyata Bisa Dilihat dari Ini

Bahkan di tahun ini bakal ada spesies plug-in hybrid baru yang dihadirkan Changan buat konsumen Indonesia, yaitu REEV atau Range Extender Electric Vehicle.

Kabarnya Changan akan membawa Deepal S05 REEV ke Indonesia paling lambat semester II 2026 ini.

Sama seperti PHEV, REEV ini adalah satu jenis mobil hybrid karena ia dibekali dua sumber tenaga, yaitu mesin pembakaran internal (ICE) dan motor listrik.

"Baterai REEV juga bisa diisi ulang kayak PHEV atau Plug-in Electric Vehicle, tapi ia berbeda dengan PHEV,” buka Setiawan Surya, Chief Executive Officer PT Dinamika Indomobil Transportasi yang akan memasarkan Changan di Indonesia.

Kalau di REEV, mesin bensin cuma berfungsi sebagai generator yang mengisi baterai saja. Sementara itu roda 100% digerakkan oleh motor listrik.

Setiawan Surya, Chief Executive Officer PT Dinamika Indomobil Transportasi
Dwi Wahyu R./GridOto.com
Setiawan Surya, Chief Executive Officer PT Dinamika Indomobil Transportasi

Baca Juga: Wuling Darion EV dan PHEV, Sama-Sama Punya Fitur Serba Praktis

“Kalau di PHEV mesin bensinnya kan bisa ikut menggerakkan roda,” lanjut pria ramah ini.

Terus, masih menurut Setiawan, REEV ini memiliki kapasitas baterai yang lebih besar dibanding PHEV.

Contoh Deepal S05 REEV, kapasitas baterai LFP-nya 27,28 kWh, sementara PHEV seperti Chery Tiggo 8 CSH, kapasitas baterainya sekitar 18 kWh.

Gimana nih, kalau kamu pilih mobil PHEV atau listrik murni?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dwi Wahyu Raharjo (@big_why)

Editor : Dwi Wahyu R.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa