Tepat sebelum area transaksi gardu tol, Avanza tersebut tiba-tiba memutar balik arah.
"Tiba-tiba sebelum masuk ke area transaksi gardu 7 entrance Benda, mobil berhenti lalu memutar balik dan melaju melawan arah ke arah Soetta," ujar Sularno dalam keterangannya, (4/1/26).
Setelah memutar arah, Avanza itu langsung melaju berlawanan arah di jalur tol, meskipun arus lalu lintas di sekitarnya masih memungkinkan terjadinya tabrakan.
Melihat tindakan tersebut, petugas di lokasi langsung berupaya mencegah mobil agar tidak melawan arus.
Upaya penghentian dilakukan dari jarak sekitar 300 meter.
"Satpam gerbang sempat lari dan teriak untuk mencegah agar mobil itu tidak putar arah, tapi kendaraan tetap melaju dan tidak teridentifikasi," papar Sularno.
Baca Juga: Tragedi BR-V Lawan Arah di Tol Pekalongan Cabut 1 Nyawa, Ada Temuan Mengejutkan di Kabin
Namun, sopir Avanza itu tidak mengindahkan peringatan tersebut dan terus melaju menjauh ke arah Bandara Soekarno-Hatta.
Meski dalam rekaman video tidak terlihat adanya benturan dengan kendaraan lain, pihak kepolisian menilai aksi tersebut berisiko tinggi.
Hingga kini, polisi belum dapat mengidentifikasi pengemudi maupun Avanza yang terlibat.
Menurut Sularno, kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak berhasil merekam tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) mobil tersebut, sehingga proses identifikasi menjadi terkendala.
Sebagai tindak lanjut, petugas kepolisian telah melakukan patroli dan penyisiran di sepanjang ruas Tol Kunciran–Cengkareng, mulai dari KM 05+600B hingga sekitar lokasi kejadian.
Namun, hingga saat ini kendaraan yang melawan arus tersebut belum ditemukan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas di jalan tol.
Tindakan melawan arus tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Berikut videonya:
Lihat postingan ini di Instagram
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR