GridOto.com - Kondisi mesin mobil yang prima akan aman dan nyaman saat dibawa jalan apapun medannya.
Namun jika terjadi masalah pada mesin pasti pengemudi merasa enggak nyaman, salah satu yang sering terjadi yakni mesin pincang.
Kondisi mesin pincang disini dimana ritme kerja antara silinder pertama, kedua, ketiga dan seterusnya tidak seimbang.
Tidak ada proses pembakaran pada salah satu silinder membuat mesin tidak seirama.
"Bisa dilihat dari putaran mesin yang tidak stabil, jadi naik turun dan getaran mesin lebih tinggi dari biasanya," buka Tommy pemilik bengkel Expo Motor 999 di Ruko Mitra Bekasi.
Baca Juga: Bikin Busi Cepat Mati, Begini Salah Perlakuan Saat Membersihkannya
"Penyebab mesin pincang paling umum terjadi dari proses pengapian yang dilakukan oleh koil sampai busi, dan penyemprotan bahan bakar" tambahnya.
Proses pembakaran yang enggak terjadi bisa jadi karena koil mengalami kerusakan.
Input arus listrik dari ECU tidak sampai ke koil dan juga busi sehingga tidak tercipta percikan api.
Gagalnya proses pembakaran ini menyebabkan tidak ada bahan bakar yang terbakar saat proses kompresi.
"Tandanya bisa dilihat dari elektroda busi yang basah bensin, ini menandakan ada bahan bakar yang disemprotkan namun tidak terbakar," sebut Tommy.
Baca Juga: Apa Benar Masa Pakai Busi Mobil Hybrid Bisa Lebih Lama? Ini Jawabannya
Bisa dengan terlebih dahulu mengganti busi dengan yang baru, jika mesin masih pincang bisa dipastikan koil yang bermasalah.
"Hidupkan mesin mobil, cabut koil satu persatu dan perhatikan mesin mobil, jika makin bergetar berarti koil hidup," ungkapnya.
"Kalau dari salah satu silinder koil tersebut dicabut dan mesin tidak bergetar atau goyang berarti koil tersebut sudah mati," tutup Tommy.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR