Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Insentif Pajak Otomotif 2026 Masih Menggantung, Menkeu Bilang Begini

Ferdian - Sabtu, 3 Januari 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi: insentif Impor utuh mobil listrik berakhir  31 Desember 2025
Dok. OTOMOTIF
Ilustrasi: insentif Impor utuh mobil listrik berakhir 31 Desember 2025

GridOto.com - Sedang ramai terkait pembahasan mengenai insentif pajak industri otomotifn 2026.

Terkait hal ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum membaca surat yang diajukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tersebut.

Dirinya mengatakan surat tersebut belum sampai ke mejanya.

Namun ia memastikan pembahasan akan dilakukan setelah dokumen resmi diterima.

“Ya mungkin belum sampai ke saya suratnya. Saya belum baca suratnya, saya belum tahu. Saya akan diskusikan,” ujar Purbaya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan surat usulan insentif fiskal sektor otomotif sudah dikirimkan kepada Menteri Keuangan.

Usulan insentif kali ini disusun lebih spesifik dibanding kebijakan serupa saat pandemi Covid 19.

Pendekatan baru difokuskan pada segmentasi kendaraan, teknologi, serta tingkat kandungan dalam negeri.

Baca Juga: Wacana Insentif Dihapus, Begini Pandangan GAIKINDO Soal Pasar Otomotif di 2026

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa belum ketok palu soal insentif mobil listrik di tahun 2026
Ryan Fasha GridOto/IG@menkeuri
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa belum ketok palu soal insentif mobil listrik di tahun 2026

“Untuk otomotif, usulan insentif stimulus sudah kami kirim ke Pak Menkeu,” ujar Agus, Kamis, 1 Januari 2026.

“Ada sedikit perbedaan pendekatan, yang kami usulkan kali ini jauh lebih ditel dibanding saat Covid 19, baik dari sisi segmen kendaraan, teknologi, hingga aspek TKDN nya,” lanjutnya menukil Kompas.com.

Pemerintah sebelumnya pernah menerapkan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah pada 2021.

Insentif tersebut berlaku bertahap untuk kendaraan baru berkapasitas mesin hingga 1.500 cc dengan syarat kandungan lokal minimal 70 persen.

Agus menilai perincian kebijakan menjadi kunci agar stimulus tepat sasaran. Fokus utama diarahkan pada penguatan produksi kendaraan ramah lingkungan.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana insentif untuk kendaraan ramah lingkungan ini dibuat lebih detail,” tegas Agus.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif juga memastikan pengiriman surat usulan telah dilakukan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum terpisah.

“Pak Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita hari ini sudah mengirim surat kepada Menteri Keuangan terkait usulan insentif otomotif 2026,” kata Febri dalam konferensi pers IKI Desember 2025, Rabu, 3 Desember 2025.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa