GridOto.com - BYD terpantau mencatatkan penjualan 414.784 mobil penumpang secara global pada Desember.
Dari angka tersebut, penjualan terpantau turun 18,6 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu dan melemah 12,7 persen dibanding November.
Capaian ini menandai penurunan selama empat bulan berturut-turut secara tahunan.
Meski begitu, kinerja BYD di pasar internasional justru mencetak rekor.
Penjualan luar negeri mencapai 133.172 unit pada Desember, naik 133 persen ketimbang tahun sebelumnya.
Sepanjang Desember, BYD menjual 190.712 mobil listrik murni (BEV).
Angka ini turun 8,2 persen secara tahunan, sekaligus menjadi penurunan YoY pertama sepanjang 2025 dan yang ketiga dalam lima tahun terakhir.
Sebelumnya, penurunan serupa hanya terjadi pada Februari 2024 akibat libur Tahun Baru Imlek dan Juli 2024, sementara sejak 2021 penjualan BEV BYD hampir selalu tumbuh positif.
Baca Juga: Blak-blakan Bos BYD Bongkar Praktik ‘Ikut-ikutan’ di Pasar Mobil Listrik
Sementara itu, penjualan plug-in hybrid (PHEV) tercatat 224.072 unit pada Desember, turun 25,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Ini menjadi penurunan bulanan kesembilan berturut-turut untuk segmen PHEV sejak April.
Sebagai informasi, BYD sudah menghentikan produksi dan penjualan mobil bermesin bensin murni (ICE) sejak April 2022, dan kini sepenuhnya fokus pada kendaraan BEV dan PHEV.
Untuk dijadikan catatan kalau angka yang disajikan merupakan penjualan mobil penumpang.
Jika digabung dengan kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada Desember mencapai 420.398 unit, dengan total sepanjang 2025 sebesar 4.602.436 unit.
Mengutip CarNewsChina, secara keseluruhan, BYD menjual 4.550.036 unit mobil sepanjang 2025, tumbuh 7,1 persen dibandingkan 4.250.370 unit pada 2024.
Meski masih tumbuh, data ini jauh dari lonjakan dua atau tiga digit yang pernah dicapai BYD sejak 2021.
Dari total tersebut, penjualan mobil listrik murni (BEV) mencapai 2.254.714 unit, naik 27,9 persen dibanding 2024.
Baca Juga: Kaleidoskop 2025, BYD Penetrasi Pasar Jepang Pakai Kei Car Racco
Sebaliknya, penjualan PHEV tercatat 2.288.709 unit, turun 7,9 persen secara tahunan.
Komposisi penjualan BYD pun semakin seimbang.
Pada 2025, BEV menyumbang 49,6 persen dari total penjualan, sementara PHEV sebesar 50,4 persen.
Angka ini jauh membaik dibanding 2024, ketika BEV hanya menyumbang 41,5 persen dari total penjualan perusahaan.
Namun ada kabar baik datang dari pasar global.
Penjualan BYD di luar China untuk pertama kalinya menembus 1 juta unit, tepatnya 1.046.083 unit, atau melonjak 150,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR