Blak-blakan Bos BYD Bongkar Praktik ‘Ikut-ikutan’ di Pasar Mobil Listrik

Ferdian - Kamis, 1 Januari 2026 | 19:15 WIB

BYD Sealion 7 (Ferdian - )

GridOto.com - Belum lama ini BYD Group Brand and Public Relations General Manager, Li Yunfei, blak-blakan soal pentingnya inovasi dalam industri otomotif China.

Dilansir dari media ekonomi Dongfang Caijing, Li Yunfei mengungkapkan, pada masa-masa awal, sejumlah kompetitor sempat meragukan jalur teknologi yang ditempuh BYD.

Namun seiring waktu, pihak-pihak tersebut justru mempelajari, bahkan mencoba meniru alias ikut-ikutan teknologinya.

Menurut Li, kondisi itu sempat memunculkan diskusi internal di BYD, apakah inovasi masih perlu terus dilakukan jika hasilnya hanya akan ditiru.

Meski begitu, BYD akhirnya bersepakat bahwa inovasi harus terus berjalan.

“Sebab kalau tidak ada terobosan orisinal, pada akhirnya tidak akan ada lagi yang bisa ditiru,” ujarnya.

Sebagai contoh, Li menyinggung teknologi megawatt flash charging yang diperkenalkan BYD pada paruh pertama 2025. Ia menyebut, dalam industri otomotif, persaingan teknologi merupakan hal wajar, di mana tiap pabrikan berlomba mencari indikator dan arah pengembangan baru.

“Posisi pemimpin bisa bergeser dari waktu ke waktu, dan biasanya dalam satu hingga tiga tahun, kompetitor akan menyamai sebagian indikator tersebut,” kata Li.

Baca Juga: Kaleidoskop 2025, BYD Penetrasi Pasar Jepang Pakai Kei Car Racco

Li juga menyoroti sejumlah teknologi yang sejak awal lebih dulu dikembangkan BYD, seperti baterai lithium iron phosphate (LFP), teknologi plug-in hybrid DM, hingga motor listrik permanent magnet synchronous.

Menurutnya, arah teknologi tersebut ditentukan melalui riset jangka panjang, bukan sekadar keputusan pasar jangka pendek.

Lebih lanjut, Li mengungkapkan peran besar pendiri sekaligus Chairman BYD, Wang Chuanfu, dalam kegiatan riset dan pengembangan.

Wang disebut terlibat langsung dalam berbagai rapat teknis dan strategis sejak pagi hingga malam hari.

“Banyak teknologi besar dan keputusan strategis lahir dari diskusi teknis mendalam antarinsinyur, bukan dari rapat perencanaan pasar,” ungkap Li melansir CarNewsChina.

Dalam berbagai pertemuan, Wang kerap menjelaskan prinsip-prinsip teknis dengan pendekatan sains dasar, mulai dari fisika hingga kimia, seperti reaksi elektrokimia, oksidasi anodik, sampai mekanisme kerja baterai.

Bahkan, pendekatan first principles juga digunakan Wang untuk memecahkan persoalan praktis, termasuk saat mengevaluasi kapasitas jaringan listrik dalam perencanaan pembangunan jaringan fast charging.

Komitmen BYD terhadap riset fundamental juga tercermin dari sejumlah paten terbaru. Pada Desember 2025, dokumen yang dirilis Badan Kekayaan Intelektual Nasional China mengungkap empat paten BYD terkait teknologi variable-flux permanent magnet synchronous motor.

Baca Juga: Selisih Rp 64,9 Juta, Bedah Performa BYD Atto 1 Vs JAECOO J5 EV

Paten tersebut menjelaskan metode pengaturan fluks magnet secara dinamis guna meningkatkan efisiensi motor listrik dalam berbagai kondisi operasional, sekaligus memperkaya pengembangan sistem penggerak kendaraan listrik.

Li menegaskan, ke depan BYD memperkirakan setiap peluncuran teknologi besar akan kembali menarik perhatian industri dan berpotensi ditiru kompetitor.

Namun hal itu dinilai sebagai bagian wajar dari persaingan dan turut mendorong perkembangan industri secara keseluruhan.

Pernyataan Li muncul di tengah hangatnya perbincangan soal persaingan teknologi dan kepemimpinan di industri kendaraan listrik dan hybrid China.

Sebelumnya, laporan CarNewsChina juga mencatat bahwa pada fase awal perkembangan pasar, sejumlah produsen otomotif China, termasuk BYD, sempat menghadirkan model dengan desain eksterior yang menyerupai merek global seperti Toyota.

Saat ini, BYD terus memperluas basis riset teknologi kendaraan listrik dan hybrid, sembari menyiapkan berbagai peluncuran teknologi baru dalam beberapa tahun ke depan.