Ini menjadi penurunan bulanan kesembilan berturut-turut untuk segmen PHEV sejak April.
Sebagai informasi, BYD sudah menghentikan produksi dan penjualan mobil bermesin bensin murni (ICE) sejak April 2022, dan kini sepenuhnya fokus pada kendaraan BEV dan PHEV.
Untuk dijadikan catatan kalau angka yang disajikan merupakan penjualan mobil penumpang.
Jika digabung dengan kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada Desember mencapai 420.398 unit, dengan total sepanjang 2025 sebesar 4.602.436 unit.
Mengutip CarNewsChina, secara keseluruhan, BYD menjual 4.550.036 unit mobil sepanjang 2025, tumbuh 7,1 persen dibandingkan 4.250.370 unit pada 2024.
Meski masih tumbuh, data ini jauh dari lonjakan dua atau tiga digit yang pernah dicapai BYD sejak 2021.
Dari total tersebut, penjualan mobil listrik murni (BEV) mencapai 2.254.714 unit, naik 27,9 persen dibanding 2024.
Baca Juga: Kaleidoskop 2025, BYD Penetrasi Pasar Jepang Pakai Kei Car Racco
Sebaliknya, penjualan PHEV tercatat 2.288.709 unit, turun 7,9 persen secara tahunan.
Komposisi penjualan BYD pun semakin seimbang.
Pada 2025, BEV menyumbang 49,6 persen dari total penjualan, sementara PHEV sebesar 50,4 persen.
Angka ini jauh membaik dibanding 2024, ketika BEV hanya menyumbang 41,5 persen dari total penjualan perusahaan.
Namun ada kabar baik datang dari pasar global.
Penjualan BYD di luar China untuk pertama kalinya menembus 1 juta unit, tepatnya 1.046.083 unit, atau melonjak 150,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR