Meski kalau kita perhatikan, sebenarnya garis desain Blade lawas masih cukup kental terasa.
Mulai dari bentuk sayap atau leg shield-nya, bodi samping sampai stoplamp-nya, terlihat masih punya siluet yang dekat dengan Blade 125 terakhir.
Meski begitu, aura modern tetap lebih terpancar di generasi terbarunya ini, itu karena area headlamp-nya sudah dibekali LED.
Kemudian bagian dada depannya juga terdapat lampu kecil yang bisa juga kita sebut DRL, tapi sayangnya masih halogen.
Turun ke area kaki-kaki, terlihat bentuk peleknya masih sama dengan Blade 125 terakhir yang kita kenal di Indonesia, yakni pakai cast wheel palang lima, dengan rem cakram depan belakang masih dipertahankan.
Gimana dengan mesinnya?
Ternyata motor ini masih menggendong mesin yang basisnya mirip, yakni SOHC 2-klep, berpendingin udara, dengan kapasitas 124,9 cc.
Tenaganya sendiri mampu meledak sebesar 9,92 HP pada 8.000 rpm dengan torsi 9,5 Nm di 6.500 rpm.
Mesinnya kini juga sudah ditambah embel-embel EEV alias Energy Efficient Vehicle, yang membuat konsumsi BBM-nya makin irit.
Berdasarkan klaim pabrikan, motor ini mampu melaju sejauh 59 Km dengan satu liter BBM.
Artinya, dalam kondisi tangki BBM penuh (4 liter), motor ini mampu diajak menjelajah sejauh 236 Km.
Sayangnya, bagi Sobat yang minat dengan penerus Honda Blade ini sepertinya harus gigit jari.
Itu karena motor ini bukan beredar di Indonesia melainkan di Malaysia dengan nama Honda Dash 125.
Sekadar informasi tambahan saja, di Malaysia motor ini dijual seharga 6.599 Ringgit, atau setara dengan sekitar Rp 27,1 jutaan (Kurs 3 Januari 2026, 1 RM = Rp 4.120).
Kalau di Tanah Air, harga segitu sih kita bisa dapat Honda Supra GTR yang secara spek lebih unggul dengan mesin 150 cc DOHC-nya.
Jadi gimana seandainya Dash 125 juga dijual di Indonesia dengan harga segitu, masih minat?
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR