GridOto.com – Pasar otomotif Indonesia tahun ini mencatat tren baru di segmen elektrifikasi.
Tren tersebut adalah maraknya kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yang banyak diluncurkan di tahun ini oleh pabrikan China.
Sejumlah pihak meyakini, PHEV adalah alternatif tepat dari mobil listrik murni (BEV).
Alasannya, Teknologi PHEV mengombinasikan motor listrik yang bisa dicas layaknya BEV, dengan mesin bensin konvensional.
Skema ini membuat kendaraan punya dua sumber penggerak, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Kondisi tersebut dinilai relevan dengan karakter pasar Indonesia, di mana ketersediaan SPKLU masih belum merata, terutama di luar kota-kota besar.
Gaikindo pernah menyebut, tren PHEV memang tengah berkembang di tengah kejenuhan pasar terhadap mobil listrik murni.
"Dengan segala keterbatasan BEV, pasti orang mulai beralih, dan itu pasti akan saturated ya," ucap Anton saat ditemui GridOto.com di kantor Gaikindo belum lama ini.
Anton menambahkan, kondisi ini sebenarnya sudah terjadi di pasar China yang notabene lebih dulu matang dalam hal adopsi kendaraan listrik.
Baca Juga: Perbedaan Mobil Hybrid PHEV dan REEV, Ternyata Bisa Dilihat dari Ini
"Kemarin waktu kami ke China, tahun lalu. Kami ketemu sama CAAM (China Association of Automobile Manufacturers) asosiasi seperti Gaikindo di sana, mereka juga (bilang) BEV ada batasnya," paparnya.
"Terus perkembangan teknologi mereka itu ke plug-in hybrid, dan teknologi-teknologi lain," lanjutnya.
Anton menjelaskan, beberapa keterbatasan BEV yakni infrastruktur, durasi pengisian daya baterai, dan jarak tempuh.
Hal-hal tersebut menjadi faktor utama yang membuat pasar BEV di China sudah memasuki titik jenuh.
"Jadi perkembangan ke plug-in hybrid karena jarak bisa jauh, kadang-kadang masih bisa isi bensin kalau diperlukan," imbuhnya.
Deretan Mobil PHEV yang Meluncur Sepanjang 2025
Tahun 2025 juga menjadi momen masuknya sejumlah model PHEV dari pabrikan China ke pasar nasional.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR