Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Sejarah Jalur Alternatif Puncak Bogor, Dulu Sepi Kini Terancam Pelebaran Jalan

Ferdian - Jumat, 26 Desember 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi puncak Bogor macet
Afdhalul Ikhsan/Kompas
Ilustrasi puncak Bogor macet

"Dulu mah kan pakai cadas bawahnya juga, atasnya bilik," imbuh Asep.

Sementara warganya, dulu lebih banyak yang berprofesi sebagai kusir atau penarik delman.

Bahkan di sepanjang Jalan Cikopo Selatan di masa itu, dikatakan hampir setiap rumah punya kuda.

"Dulu (transportasi) yang masuk ke sini cuman delman dulu mah," kata kakek kelahiran 1955 ini.

"Hampir tiap rumah punya kuda dulu mah, saya masih inget, bapak saya juga punya kuda dua ekor," imbuhnya.

Dulu kawasan Megamendung tak seramai didatangi pengunjung seperti sekarang.

Keramaian orang-orang di masa itu, seingat Asep, masih terpusat di wilayah Kota Bogor.

Sehingga warga sekitar di masa itu yang berprofesi sebagai penarik delman pun pergi ke Kota Bogor setiap pagi.

"Kuda dijadikan delman untuk narik penumpang, tapi nariknya bukan di sini, tapi ke Bogor, Kota Bogor, karena belum rame di sini," kata Asep.

Baca Juga: Mobil-Motor Dilarang Lewat Puncak Bogor Saat Malam Tahun Baru, Sebagian Jalur Alternatif Disekat

Namun kondisi sekarang di tahun 2025 ini, kondisinya sudah jauh berubah.

Banyak warga sekitar kini bekerja di dekat tempat tinggalnya di tempat-tempat wisata, cafe, hingga vila-vila yang semakin banyak bermunculan di kawasan Megamendung Puncak Bogor ini.

"Sekarang mah rame, banyak pariwisata di sini, yang bikin pariwisata aja masih ada, apalagi sekarang banyak tempat ngopi (cafe)," kata Asep.

Imbasnya, akses Jalan Cikopo Selatan pun kini ramai oleh kendaraan wisatawan dari motor, mobil pribadi hingga bus pariwisata berukuran besar.

Bahkan terkadang kemacetan juga terjadi seperti pada momen di hari libur ketika wisatawan ramai berkunjung ke Puncak Bogor.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa