Awas! Lupa Bersihkan Cairan Gurah, Bisa Bikin Setang Piston Bengkok

Isal - Kamis, 17 September 2020 | 12:40 WIB
Cairan carbon cleaner setelah dihisap kembali. Hitam disebabkan oleh kotoran yang terangkat pada permukaan piston dan klep
Isal/GridOto.com
Cairan carbon cleaner setelah dihisap kembali. Hitam disebabkan oleh kotoran yang terangkat pada permukaan piston dan klep

GridOto.com - Proses gurah mesin atau membersihkan ruang bakar tanpa harus bongkar mesin dimulai dengan memasukan cairan carbon cleaner ke ruang bakar.

Sebelum cairan gurah mesin atau carbon cleaner dituang, piston harus berada di posisi top atau Titik Mati Atas (TMA).

Melalui lubang busi, cairan carbon cleaner kemudian mengangkat kerak-kerak sisa pembakaran pada permukan piston, klep dan ruang bakar.

"Saat proses pengisapan cairan carbon cleaner kembali, pastikan ruang bakar bersih tidak ada cairan yang tersisa," buka Taufiq Ahad selaku Key Account Manager PT Fasindo Dwi Utama, produsen Autobahn Carbon Cleaner kepada GridOto.com.

Cairan gurah mesin akan mengikis kotoran dari permukaan busi dan piston
Isal/GridOto.com
Cairan gurah mesin akan mengikis kotoran dari permukaan busi dan piston

Baca Juga: Enggak Cuma Membersihkan Injector, Part Ini Ikut Bersih Saat Infus Injector

Soalnya kalau cairan gurah mesin di ruang bakar belum habis terisap dan motor dinyalakan, bisa menimbulkan bencana.

"Sisa cairan carbon cleaner itu bisa ikut terkompresi, paling ringannya busi motor jadi cepat mati," papar Taufiq

Air carbon cleaner yang ikut terkompresi pada ruang bakar bisa menyebabkan water hammer.

Serupa dengan motor ketika kemasukan air karena banjir, efek paling parah setang seher bisa bengkok!

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa