Masa Transisi PSBB Ternyata Bukan Waktu yang Tepat Untuk Berkendara Setiap Hari, Begini Penuturan Pakar Safety

Muhammad Mavellyno Vedhitya - Senin, 22 Juni 2020 | 08:35 WIB
Ilustrasi berkendara selama masa transisi PSBB
TribunJabar.id
Ilustrasi berkendara selama masa transisi PSBB

GridOto.com - Memasuki masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jumlah kendaraan di jalan meningkat, karena kelonggaran yang diberikan Pemerintah.

Sebenarnya, masa transisi di sini dilakukan supaya roda perekonomian di Indonesia dapat berputar kembali, setelah kemarin sempat jatuh di awal Pandemi Covid-19.

Nah, saat ini banyak pengendara yang salah mengartikan kelonggaran masa transisi PSBB yang diberikan.

Salah satunya adalah dengan berkendara keluar rumah guna beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Kunjungan ke Dealer Suzuki Mulai Meningkat Selama Masa PSBB Transisi

Menurut Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), masa transisi PSBB dikatakan bukanlah waktu yang tepat untuk beraktivitas di luar rumah seperti biasa.

Contohnya seperti menggunakan motor dan mobil untuk beraktivitas keluar rumah setiap hari.

"Kebijakan pemerintah saat ini adalah untuk menyelamatkan situasi perekonomian di Indonesia yang saat ini sedang mengalami penurunan," ujar Jusri saat dihubungi GridOto.com, Minggu (21/6/2020).

"Saat ini bisa dikatakan bukan waktu yang pas untuk berkendara keluar rumah untuk beraktivitas setiap hari," imbuhnya.

Baca Juga: Checkpoint PSBB di Bekasi Resmi Dihapus, Masih Wajibkah SIKM?

Jika tetap dilakukan, Jusri mengatakan kalau masa transisi ini malah justru akan menimbulkan kebijakan baru.

"Jika para pengendara menyalahartikan kelonggaran yang diberikan pemerintah ini, tentu saja bahaya baru akan muncul," kata Jusri.

Tanpa disadari, ketika kita kembali beraktivitas di jalan raya, bahaya tertular Covid-19 lebih besar bagi para pemotor ketimbang pengemudi mobil.

Kalau sudah terinfeksi Covid-19 di jalan raya, besar kemungkinan virus tersebut akan ikut terbawa ke rumah dan malah menularkan ke keluarga kita.

Baca Juga: Usai PSBB, Beberapa Jalan di Semarang Kembali Dibuka. Sabtu-Minggu Ditutup Hindari Keramaian

"Kalau sudah terjadi, bukan tidak mungkin jumlah korban Covid-19 di Indonesia meningkat kembali," terangnya.

Nah, jika memang dalam keadaan mendesak, Jusri menyarankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat berkendara.

"Saat berkendara tetap gunakan masker, jangan lupa pakai sarung tangan juga kalau menggunakan motor," tutur Jusri.

"Kalau memang tidak terlalu mendesak lebih baik ditahan dulu saja untuk keluar rumah," tambahnya.

Baca Juga: Bertahap, Gojek Mulai Uji Coba Sekat Partisi di Kota-kota Operasional Utama

Tenang sob, kalau Pemerintah sudah mengatakan aman, pasti nanti kita akan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya.

Ingat juga sob, selalu taati peraturan pemerintah ya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan saat berkendara.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Hendra

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa