Teknik Pengereman Motor Saat Kecepatan Rendah dan Tinggi Itu Berbeda, Begini Caranya Dari Pakar Safety

Muhammad Mavellyno Vedhitya - Senin, 18 Mei 2020 | 20:39 WIB
Ilustrasi pengereman motor
2banh
Ilustrasi pengereman motor

GridOto.com - Selain harus mampu mengendarai motor, teknik pengereman nyatanya juga penting untuk dimiliki dalam menunjang aktifitas sehari-hari.

Teknik pengereman saat mengendarai motor berbeda pada kecepatan rendah dan kecepatan tinggi.

Jika salah teknik, motor malah akan melaju terus ketika direm dan malah akan berakibat fatal bagi pengendara.

Hal ini disampaikan oleh Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Baca Juga: Ternyata Inilah Dampak Jika Mengisi Minyak Rem Lewat Batas Maksimum

"Salah satu teknik yang harus dikuasai pemotor adalah pengereman," ujar Jusri saat dihubungi GridOto.com, Senin (18/5/2020).

Jusri mengatakan kalau motor adalah kendaraan yang tidak mengenal stabilitas saat sedang bergerak.

Pada kecepatan rendah, pengereman dapat dilakukan dengan menggunakan rem belakang.

Ilustrasi berkendara dengan kecepatan di bawah 30 km/jam
GridOto.com
Ilustrasi berkendara dengan kecepatan di bawah 30 km/jam


"Saat motor melaju pada kecepatan di bawah 30 km/jam, disarankan hanya menggubakan rem belakang," katanya.

Baca Juga: Minyak Rem Kurang? Jangan Langsung Ditambah, Periksa Dulu 2 Hal Ini

Pasalnya, rem depan memiliki daya cengkram yang lebih kuat untuk meredam kecepatan motor ketimbang rem belakang.

Apalagi kalau motor tersebut sudah menggunakan rem cakram.

Saat motor sedang melaju di kecepatan rendah, memakai rem depan saja dan langsung dibejek dapat membuat roda terkunci.

Nah, kalau ban sudah terkunci motor bisa langsung tergelincir sob.

Baca Juga: Wajib Tahu, Bagian Rem Mobil Ini Perlu Diberi Gemuk Agar Tidak Macet

Beda lagi teknik pengereman yang digunakan jika kecepatan lebih dari 30 km/jam.

"Saat kecepatan diantara 30 sampai 80 km/jam, bisa gunakan kombinasi tiga rem, yaitu rem depan dan belakang, dan kemudian dibantu engine brake," kata Jusri.

Cara untuk melakukan engine brake adalah dengan menutup gas dan menurunkan ke gigi yang lebih rendah.

Ilustrasi berkendara dengan kecepatan di atas 30 km/jam
rideapart.com
Ilustrasi berkendara dengan kecepatan di atas 30 km/jam


Ketika kecepatan sudah mulai turun baru gunakan rem depan dan belakang bersamaan secara halus.

Baca Juga: Ngoprek Mobil saat Puasa, Bersihkan Sendiri Kampas Rem Tromol

Kalau dirasa masih kurang cukup, maka engine brake bisa dilakukan dengan memindahkan gear ke posisi yang lebih rendah (selain motor matic).

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa