Panaskan Mobil Malah Overheat, Padahal Radiator Sehat? Coba Cek Ini

Radityo Herdianto - Rabu, 8 April 2020 | 17:00 WIB
Ilustrasi. Mesin Peugeot 5008 Allure Plus berkode EP6FDTM
Dylan Andika/GridOto.com
Ilustrasi. Mesin Peugeot 5008 Allure Plus berkode EP6FDTM

GridOto.com - Saat mobil jarang dipakai selama Work From Home (WFH), sebaiknya Anda tetap panaskan mesin untuk menjaga sirkulasi oli di dalamnya.

Anda juga bisa sekaligus memperhatikan indikator suhu mesin selama memanaskan mesin mobil agar mengetahui kondisi sistem pendinginan mobil.

Ketika mobil mulai mengalami gejala overheat padahal kondisi sistem radiator masih sehat, berarti ada bagian lain yang bermasalah.

"Bisa jadi komponen thermostat sudah mengalami kerusakan sehingga telat baca suhu panas mesin," tekan Herry, Manajer Operasional bengkel spesialis DTM Station kepada GridOto.com.

Thermostat sendiri merupakan sensor suhu yang menjadi 'saklar' otomatis bagi sistem radiator untuk pendinginan mesin mobil.

Thermostat pada sistem pendingin
ryan/gridoto.com
Thermostat pada sistem pendingin

Baca Juga: Memanaskan Mesin Mobil Juga Harus Sambil Dibawa Jalan. Mengapa?

Dalam kondisi normal, seharusnya sistem radiator sudah bekerja seperti mengaktifkan kipas radiator ketika thermostat mendeteksi suhu mesin mencapai batas toleransi.

"Karena thermostat telat mendeteksi, suhu mesin sudah terlanjur panas duluan, sistem radiator juga jadi telat kerjanya," terang Herry.

Lanjut Herry, dampaknya sistem radiator lebih sulit untuk mendinginkan mesin karena suhu panas melebihi kerja radiator itu sendiri.

Untuk mengeceknya, pastikan kondisi sistem radiator tidak ada masalah dan kebocoran, kemudian Anda lihat indikator suhu sambil coba dengar suara kipas radiator.

"Kalau indikator sudah lebih dari setengah dan kipas radiator tidak menyala, bisa jadi thermostat sudah bermasalah dan harus dicek di bengkel," ujar Herry.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Dwi Wahyu R.

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa