Mobil Terendam Banjir, Mengapa Mesin Tidak Boleh Dipaksa Starter?

Radityo Herdianto - Kamis, 2 Januari 2020 | 20:19 WIB
Ilustrasi Mobil Terendam Genangan Air Banjir
Istimewa
Ilustrasi Mobil Terendam Genangan Air Banjir

GridOto.com - Tidak sedikit mobil terendam banjir saat sedang terparkir di pemukiman rumah warga akibat curah hujan tinggi di awal tahun 2020.

Bila genangan air cukup tinggi sampai mobil terendam, jangan sesekali memaksa atau berusaha melakukan starter mesin.

"Risiko besar jika distarter malah mesin mobil mengalami water hammer karena air masuk ke dalam ruang bakar," jelas Wahidin Jaelani, Service Manager Astrido Daihatsu Daan Mogot, Jakarta Barat kepada GridOto.com.

Saat terendam banjir, air bisa masuk melalui air intake atau jalur udara yang langsung masuk ke dalam ruang bakar mesin mobil.

Ketika dipaksa starter, air akan dipaksa tercampur dengan udara dan bahan bakar yang bila dipantik oleh busi mesin akan menghasilkan tekanan tinggi seperti letupan.

Toyota Avanza baru sudah disematkan start/stop button
IG @toyotadenpasarbali
Toyota Avanza baru sudah disematkan start/stop button

(Baca Juga: Waspada Bahaya Angin Saat Melintas di Tol Layang Jakarta - Cikampek)

"Letupan ini yang akan menonjok piston mesin sampai bolong atau hancur," tegas Wahidin.

Tekanan tinggi ini juga membuat posisi piston tidak presisi, bila dipaksa starter mesin akan menggerus dinding piston dan membuat setang piston bengkok.

Selain masuk ke dalam ruang bakar, air juga bisa masuk melalui packing mesin yang kondisinya sudah tidak bagus seperti getas.

Air yang rembes ke dalam mesin akan tercampur dengan oli mesin yang akan merusak senyawa oli mesin untuk melumasi komponen di dalam mesin.

"Saat mesin dipaksa starter, campuran oli dan air ini malah membuat komponen di dalam mesin bisa aus dan rontok," tutup Wahidin.

Editor : Dwi Wahyu R.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa