Blak-blakan Davy J. Tulian: Ini Alasan Berkiprah di Maxindo Renault Indonesia

Wisnu Andebar - Senin, 22 Juli 2019 | 16:23 WIB
Davy J. Tulian selaku Chief Operating Officer Maxindo Renault Indonesia.
Hendra/GridOto.com
Davy J. Tulian selaku Chief Operating Officer Maxindo Renault Indonesia.

GridOto.com - Setelah sempat memegang beberapa brand otomotif di tanah air, Davy J. Tulian kini berkiprah di Maxindo Renault Indonesia menjabat sebagai Chief Operating Officer Maxindo Renault Indonesia.

Mengapa ia berlabuh di perusahaan pemegang merek asal Prancis di Indonesia?

Berikut alasan yang dikemukakan Davy kepada GridOto.com.

"Brand Renault adalah brand yang terbesar bersama dengan aliansinya yakni Nissan dan Mitsubishi," katanya membuka pembicaraan.

Secara global, aliansi ini mampu menjual menjual 10,6 juta unit pada 2017, dan pada 2018 sebanyak 10,7 juta unit.

(Baca Juga: Cuma di GIIAS 2019, Renault Kwid Climber Diskon Rp 10 Juta)

Sehingga menjadikan aliansi Renault Nissan, dan Mitsubishi maraih penjualan terbesar di dunia mengalahkan merek lain.

"Renault itu punya something yang bagus, apalagi mereka umurnya di 2018 sudah 120 tahun dalam membuat mobil," ujar Dav.

Pengalaman melebihi 100 tahun itu, lanjut dia, yang membuat sebuah brand punya kelebihan.

Ia menjelaskan, dalam rencana jangka menengah, Renault global pada 2017 - 2022 menargetkan eksistensinya di pasar Asia Pasifik, ada dua negara yang menjadi fokus, yaitu India dan Indonesia.

Rencana lima tahun ke depan itu akan dibarengi pula oleh produk yang agresif seperi Renault Triber.

"Maka Renault menggandeng Maxindo Nusantara untuk menjadi partner, dan akhirnya saya diajak Maxindo Nusantara," terang dia

(Baca Juga: Gara-gara Transmisinya, Renault Kwid Climber Sukses Memikat Hati Konsumen Wanita dan Emak-emak di GIIAS 2019)

"Saya sempat diajak untuk lihat produknya ke Prancis tahun lalu, dan menurut saya keren, Renault siap masuk segmen gemuk di Indonesia" sambunya.

Jika kemarin Renault belum sukses, menurutnya, mungkin formulasinya belum tepat atau produknya belum ada.

Tapi, kini ia meyakini, jika Nissan dan Mitsubishi saja bisa masuk Indonesia, mengapa Renault tidak?

Keseriusan Renault, dijelaskan olehnya bakal dibuktikan dengan peluncuran brand new model pada 2019 2020 2021.

"Jadi model baru, bukan minor change atau yang lainnya dan itu model yang gemuk semua di Indonesia," tutup Davy.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Hendra

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa