Satu Lagi Alasan Renault Triber Tidak Akan Terus CBU, Maxindo Renault Indonesia: Kami Bukan Cenayang

Muhammad Rizqi Pradana - Sabtu, 13 Juli 2019 | 21:55 WIB
Renault Triber, bersama COO PT Maxindo Renault Indonesia, Davy J Tiulani, dan CEO PT Maxindo Renault Indonesia, Andrew Limbert
Pradana/GridOto
Renault Triber, bersama COO PT Maxindo Renault Indonesia, Davy J Tiulani, dan CEO PT Maxindo Renault Indonesia, Andrew Limbert

GridOto.com - Akan dijual perdana secara CBU dari India, PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) ingin secepat mungkin men-CKD-kan Renault Triber.

Hal tersebut diungkapkan COO PT MRI, Davy J Tuilan, di sela-sela acara sneak peek mobil baru mereka tersebut hari Jumat (12/7) di bilangan Tanggerang Selatan.

Selain untuk memaksimalkan potensi Renault Triber, Davy mengatakan bahwa hal tersebut juga didorong oleh proses CBU yang kurang bersahabat.

“Anda tahu kalau kita CBU itu repot, coba kalian ke merek-merek lain yang banyak CBU-nya,” bilang Davy J Tuilan.

Ia mengatakan bahwa dua hal utama yang membuat pihaknya ingin cepat-cepat meninggalkan CBU untuk Renault Triber adalah masalah order (pemesanan) dan ongkos logistik.

(Baca Juga: Renault Triber Tidak Akan Lama CBU, Maxindo Renault Indonesia: Harus CKD Kalau Ingin Lebih Heboh)

“Order harus fix 6 bulan sebelumnya. Emang kita cenayang, bisa tahu jualan bulan Juni udah fix (dari) bulan Desember,” keluh Davy.

“Sekarang bulan Juli, gua udah harus fix (order) untuk nanti bulan Januari. Dalam hati, emang lu pikir kita (pakai) ilmu klenik apa, order sekarang 50 (unit) bisa jual 50 (unit),” imbuhnya.

Setelah pemesanan, Davy berpindah ke alur logistik yang panjang dan mahal untuk mendatangkan produk CBU.

Pasalnya, dia berkata bahwa untuk bisa sampai di Indonesia, mobil baru mereka harus dibawa menggunakan truk dan kapal terlebih dulu.

“Jadi pertimbangannya adalah kalau memang kita ingin besar, ya pilihan terbaiknya adalah CKD,” tutupnya.

Editor : Fendi

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X