Lewat Jalan Tol Trans Jawa Bukan Cuma Urusan Uang, Tapi Juga Nyawa!

Pilot - Senin, 10 Juni 2019 | 16:09 WIB
Kondisi kendaraan milik warga Serang seusai terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Tol Solo-Ngawi KM 511, Karanganyar, Kamis (30/5/2019).
Tribun Jateng
Kondisi kendaraan milik warga Serang seusai terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Tol Solo-Ngawi KM 511, Karanganyar, Kamis (30/5/2019).

GridOto.com - Tahun ini lebih spesial buat yang melakukan perjalanan mudik atau libur lebaran.

Lantaran tol trans Jawa sudah terhubung dari Merak hingga Surabaya.

Selain itu, beberapa ruas tol di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi juga sudah beroperasi.

Diluar kebiasaan mudik dan libur lebaran, adanya ruas tol ini membuat waktu tempuh jadi lebih singkat.

Namun buat sebagian orang, adanya tol justru membuat kerugian. Pertama jalur lama yang ditinggalkan pengguna seperti Pantai Utara Jawa mengalami peredupan ekonomi.

Banyak restauran dan pedagang yang dulu tokonya ramai, sekarang menjadi sepi karena sudah sedikit kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Begitu pula dengan SPBU dan bengkel-bengkel umum.

(Baca Juga: Arus Balik 2019 Lancar, Menhub: Semua Ini Berkat Tol Trans Jawa)

Sebenarnya bisa diatasi dengan menampung pedagang tersebut di rest area yang dibuat di sepanjang tol.

Enggak hanya itu, ada anggapan juga tarif tol trans Jawa masih terlalu mahal. Sekali jalan, Jakarta sampai Surabaya pengemudi harus keluar duit sekitar Rp 661 ribuan di hari biasa. Bolak-balik bisa kena Rp 1,3 jutaan.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya banyak hal positif yang didapat dengan adanya jalan tol trans Jawa ini.

Editor : Pilot

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X