Mobil Kerjasama Indonesia dan Jepang dari Toyota Ini Genap 42 Tahun, Simak Sejarahnya

Muhammad Ermiel Zulfikar - Minggu, 9 Juni 2019 | 12:45 WIB
Toyota Kijang 'Buaya'
Dio
Toyota Kijang 'Buaya'

GridOto.com - Hari ini, Minggu (9/6/2019) bisa dibilang merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi PT Toyota Astra Motor (TAM).

Pasalnya salah satu model legendaris mereka yakni Toyota Kijang, resmi merayakan hari jadinya yang ke-42 tahun.

Yup, sejak kemunculan perdananya pada Juni  1977 lalu, Toyota Kijang terus menunjukkan tajinya dan kini menjadi brand lokal terbaik di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) otomotif Tanah Air.

Buat yang belum tahu, nama Kijang sendiri merupakan singkatan dari Kerjasama Indonesia-Jepang.

(Baca Juga: Ini Perjalanan 6 Generasi Toyota Kijang, Favorit Kamu Yang Mana?)

Oke, mungkin kalau soal kepanjangannya sudah ada yang tahu, tapi tahukah kamu siapa pencetus nama Kijang tersebut?

Jadi ternyata nama Kijang itu dicetuskan oleh Jusuf Kalla yang kini menjabat menjadi Wakil Presiden Indonesia.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada enam generasi dari MPV fenomenal Toyota itu sejak kehadiran generasi pertama pada Juni 1977.

Tidak hanya itu, kesuksesan Toyota Kijang juga berdampak dengan munculnya kompetitor-kompetitor sejenis yang meniru konsep serta penggunaan dari segi nama hewan.

(Baca Juga: Nggak Cuma Buat Dalam Negeri, Ternyata Sejak Dulu Kijang 'Doyok' Sudah Diekspor Lho)

Sebut saja Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda yang memiliki kap mesin, serta Daihatsu Zebra yang tidak memiliki kap mesin. 

Nah sekarang kita bahas soal generasinya nih, buat yang penasaran bisa siapkan cemilan atau siapkan kopi karena tulisannya memang panjang, hehehe...

1. Generasi I (1977-1981) - Kijang Buaya

Toyota Kijang 'Buaya'
Dio
Toyota Kijang 'Buaya'

Toyota Kijang sudah hadir sejak 1977, artinya sudah 40 tahun ia menemani keluarga Indonesia.

Generasi pertamanya lahir dalam bentuk konsep pick up dengan bentuk mengotak.

Model ini sering dijuluki 'Kijang Buaya' soalnya tutup kap mesinnya dapat dibuka sampai ke samping.

Banyak juga yang menyebut generasi pertama ini sebagai Kijang Doyok.

Tapi sebetulnya yang pantas disebut Kijang Doyok adalah generasi selanjutnya nih Sob!

2. Generasi II (1981-1986) - Kijang Doyok

Toyota Kijang Doyok
Dio
Toyota Kijang Doyok

Toyota Kijang generasi ini bentuknya tak banyak berubah dengan generasi awal.

Meski begitu masyarakat Indonesia menyebutnya dengan nama ‘Kijang Doyok’.

Karena bentuknya yang mirip-mirip alias kotak, makanya penyebutan Kijang Buaya dan Kijang Doyok sering tertukar.

(Baca Juga: Unik Nih, Begini Tampang Toyota Kijang Krista Jadi Pikap Kabin Ganda)

Kijang ini mengalami banyak penyempurnaan, seperti penggunaan pintu yang lebih manis dengan engsel baru yang tidak menyerupai engsel pintu rumah.

Mesinnya pun turut direvisi, yakni dengan mengusung mesin berkode 4K dengan kapasitas 1.300 cc dengan transmisi manual 4-percepatan.

Urusan suspensi, masih sama dengan generasi sebelumnya yang menggunakan per daun di depan dan belakang.

3. Generasi III (1986-1996) - Kijang Super

Toyota Kijang Super
Dio
Toyota Kijang Super

Untuk pertama kalinya Kijang menggunakan teknologi ‘full pressed body’.

Teknologi ini menekan penggunaan dempul hingga 5 kg, sehingga bodi mobil diklaim lebih ringan.

Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Super Kijang dan Grand Extra.

Life cyclenya cukup panjang (lebih dari satu dekade) dibandingkan generasi sebelumnya.

Pada generasi ini Toyota mulai mengaplikasi sistem transmisi 5-percepatan dan juga penggunaan rem cakram pada roda depan.

Kijang juga mendapat varian mesin baru yaitu unit 7K berkapasitas 1.800 cc.

Selain itu di generasi ini Kijang mulai lahir dalam jumlah varian yang banyak.

Sebab di generasi ini terdapat pilihan sasis panjang dan sasis pendek.

4. Generasi IV (1997-2004) - Kijang Kapsul

Toyota Kijang 'Kapsul'
Dio
Toyota Kijang 'Kapsul'

Toyota kijang mulai memperhatikan unsur aerodinamika dengan melepas generasi ‘Kijang Kapsul’.

Modelnya kini lebih membulat, dengan total varian mencapai 18 model.

Banyaknya model karena memang banyak pilihan mesin yang diusung.

(Baca Juga: Toyota Kijang Innova Tampil Segar Pakai Warna Biru dan Body Kit Custom)

Jika sebelumnya ada mesin bensin 1.800 cc (tipe 7K), di generasi ini lahir mesin diesel 2.400 cc (tipe 2L).

Di tahun 2000, Toyota juga mulai memproduksi Kijang dengan sistem pengabutan bahan bakar menggunakan injeksi.

Ada dua pilihan tipe mesin bensin EFI (Electronic Fuel Injection), yaitu 7K-E dengan kapasitas 1.800 cc bertenaga 80 dk dan 1RZ-E berkapasitas 2.000 cc dengan tenaga 100 dk.

5. Generasi V (2004-2015) - Kijang Innova

Ilustrasi Toyota Kijang Innova diesel
Dio / Gridoto.com
Ilustrasi Toyota Kijang Innova diesel

Toyota Kijang tampil semakin modern dan nyaman dengan hadirnya ‘Kijang Innova’.

Hal paling mendasar, karena ia pakai suspensi independen double wishbone di depan dan suspensi 4-link di belakang.

Meski masih pakai sasis ladder frame, tapi ‘Kijang Innova’ sudah jauh lebih baik dalam meredam guncangan.

Mulai generasi ini mendapat penyempurnaan di mesinnya, dengan teknologi VVT-i pada mesin bensin dan mesin diesel D4D dengan turbo commonrail injection.

6. Generasi VI (2015-sekarang) - All New Kijang Innova Reborn

All New Kijang Innova salah satu yang direcall
Youtube
All New Kijang Innova salah satu yang direcall

All New Kijang Innova ini diluncurkan pada 23 November 2015 di jakarta.

Artinya setelah 38 tahun perjalanannya inilah Kijang paling canggih yang pernah ada.

Tak heran dengan segudang fitur yang dimilikinya harganya sudah jauh naik dibanding saat pertama kali muncul.

Di sektor dapur pacu, mesin bensinnya alami penyempurnaan dengan teknologi Dual VVT-i.

Sedangkan mesin dieselnya meningkat jadi 2.400 cc dengan teknologi intercooler dan VNT.

Tuh dari sekian generasi Toyota Kijang, mana yang paling berkesan buat kamu?

Siapa tahu dulu orang tua pernah punya, atau jadi mobil pertama yang kamu beli.

Yang jelas, Toyota Kijang sekarang sudah banyak saingannya.

Kira-kira kalau ada model baru, bakalan ditambah apa lagi ya fiturnya oleh Toyota?

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Dida Argadea

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa