Blak-blakan Bari Setiadi: Sempat Dipakai Kampanye Pilpres, Ini Awal Cerita Baze Luxury Bus

Dio Dananjaya - Senin, 4 Maret 2019 | 09:25 WIB
Bari Setiadi, Owner Baze Luxury Bus
Salim/GridOto.com
Bari Setiadi, Owner Baze Luxury Bus

 

GridOto.com – Di Indonesia belum banyak modifikator interior yang bermain khusus di segmen luxury bus.

Salah satu yang sudah cukup lama berkecimpung di Indonesia adalah Baze, mereka mengaku telah memulai sejak 2006.

“Waktu itu pertama kali saya mengerjakan bus, itu saya kerjakan selama 6 bulan, karena saat itu kami benar-benar trial and error,” buka Bari Setiadi, Owner Baze Luxury Bus, kepada GridOto.com belum lama ini.

“Mau nanya juga bingung tanya ke siapa, di Indonesia pun belum ada yang bikin soalnya. Akhirnya selesai. Bisa dibilang waktu itu usaha kami benar-benar luar biasa untuk menggarap bus Mercedes-Benz ukuran yang besar,” sambungnya.

(Baca Juga : Blak-blakan Halomoan Fischer: Jangan Asal Membeli Mobil Bekas!)

Dari sana usaha Bari Setiadi perlahan menemukan pasarnya, hingga suatu ketika di tahun 2009, pihaknya dipercaya membuat bus untuk keperluan kampanye salah satu partai peserta pemilihan presiden.

“Karena akhirnya bus yang bisa kami buat cukup bisa dibanggakan, karena bisa dipakai kampanye oleh Pak SBY dan Boediono pada waktu itu. Saya mendapat kepercayaan luar biasa dari dunia bus dan karoseri,” terangnya.

Titik inilah yang menjadi awal keseriusan Bari untuk banting setir dari bisnis car audio ke modifikasi interior kendaraan.

Bari Setiadi mulai membangun bus sejak 2006
Salim/GridOto.com
Bari Setiadi mulai membangun bus sejak 2006

Sampai akhirnya di tahun 2012, Bari memutuskan untuk konsentrasi penuh di bidang interior kendaraan dan melepas penuh bisnis car audio-nya.

(Baca Juga : Blak-blakan Martogi Siahaan: Jurus Jitu Auto2000 Hadapi Persaingan Sesama Dealer Toyota)

“Jadi kalau di audio mobil, modifikasi dilakukan hanya sebatas hobi. Tema modifikasi ini hanya untuk kontes dan show-off begitu ya. Sedangkan saya itu selalu senang memodifikasi sesuatu yang fungsional, yang bisa dipakai,” jelas Bari.

“Akhirnya saya menemukan jalan di dunia bus, nah ini lebih kena dengan pakem saya. Karena orang di dunia bus lebih mencari modifikasi, luxury, keren, tapi nomor satu harus fungsional. Jadi bukan cuma asal keren-kerenan, dahsyat-dahsyatan, dan ekstrem-ekstreman,” sambungnya.

“Tapi justru yang mau dikedepankan di sini, modifikasi yang smart, yang fungsional, nyaman, dan aman,” tambah Bari.

Editor : Eka Budhiansyah

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X