Ada Komponen Buatan Indonesia Pada Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650, Dijual di Seluruh Dunia!

Dimas Pradopo - Kamis, 4 Oktober 2018 | 19:10 WIB
Pelek Royal Enfield 650
Popo
Pelek Royal Enfield 650

GridOto.com – Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650 didesain sebagi global product yang dipasarka di seluruh dunia.

Motor ini dikembangkan di Technology Center milik Royal Enfield di Inggris dan diproduksi di pabriknya di India.

Dan menariknya, ada salah satu komponen yang vendornya dari Indonesia, apaan tuh?

Motor ini menggunakan pelek jari-jari aluminium yang berdiameter 18 inci, dan ternyata disuplai dari Indonesia.

Pelek Royal Enfield 650
Popo
Pelek Royal Enfield 650


"Mereknya Excel," ungkap Mark Wells, Head of Global Product Strategy & Industrial Design, Royal Enfield.

Bukan cuma ringan tentu saja pelek ini harus kokoh, warnanya ada pilihan silver dan hitam tergantung varian kedua motor ini.

Di pelek ini juga sudah dilengkapi dengan timah balancer untuk memastikan putarannya mulus tanpa geol.

Pelek Royal Enfield 650
Popo
Pelek Royal Enfield 650

( BACA JUGA : First Ride Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650 Langsung Dari California, Beda Banget! )

Secara spesifikasi, pelek ini sudah lolos standarisasi DOT untuk pasar Amerika Serikat.

Pelek yang belum tubeless ini dibalut karet hitamnya Pirelli Phantom Sportcomp dengan lebar 110/90-18 di depan dan 130/70-18 di roda belakang.

Pelek Excel ini bekerja bersama suspensi depan teleskopik 41 mm dengan travel 110 mm.

Yang belakang, suspensi stereo dengan piggy-back reservoirs yang dilengkapi dengan 5 setelan preload.

Rencananya, dua motor Royal Enfield ini juga akan masuk Indonesia awal tahun 2019 mendatang setelah dipasarkan di Amerika Serikat, Eropa dan India.

Mesinnya, Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650 akan mengusung ruang bakar 650 cc dua silinder. Mesin yang benar-benar baru.

Berapa harganya?

Di Amerika Serikat Interceptor dijual mulai 5.799 USD (Rp 86,4 juta) sedang Continental GT 650 Standar 5.999 USD (Rp 89,4 juta).

Masuk Indonesia dengan pajak tinggi, kira-kira jadi berapa ya? Silahkan tebak sendiri.

Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X