Ferrari Rilis Mobil V12 Transmisi Manual Pertama Usai Absen Lama, Cuma 1.499 Unit di Dunia

Ferdian - Senin, 6 Juli 2026 | 20:30 WIB

Ferrari 12Cilindri Manuale

GridOto.com - Ferrari kembali menggebark dunia otomotif dengan menghadirkan model 12Cilindri Manuale.

Ini adalah model V12 pertama Ferrari yang memakai tuas transmisi manual sejak era 599 GTB, sekaligus mobil manual pertama dari Maranello sejak model California bermesin naturally-aspirated (NA) terakhir diproduksi pada 2013.

Memasang tuas transmisi manual berpagar besi (open-gate) dan pedal kopling pada mesin V12 6,5 liter milik 12Cilindri bukanlah perkara mudah.

Berbeda dengan Porsche yang membuat girboks manual baru untuk 911 GT3, Ferrari tetap mempertahankan transmisi otomatis kopling ganda (dual-clutch / DCT) 8-percepatan bawaannya.

Alhasil, performa mesinnya tetap buas dengan tenaga 830 PS dan torsi 678 Nm.

Sebagai gantinya, versi Manuale ini menggunakan sistem by-wire (elektronik).

Kenop tuas aluminiumnya terhubung ke blok baja khusus agar awet, lengkap dengan roller agar tuas otomatis kembali ke posisi netral.

Melansir Paultan, sistem ini juga dilengkapi pengunci elektronik untuk mencegah pengemudi salah oper gigi yang bisa merusak mesin.

Baca Juga: Putaran Turbo Ferrari Amalfi Tembus 171.000 Rpm, Ini Efek Ke Performa

Kai Grossmann

Sementara itu, pedal koplingnya menggunakan mekanisme khusus agar injakan kaki kiri tetap terasa berat dan responsif seperti kopling mekanis asli.

Sinyal dari tuas dan pedal kopling ini kemudian dikirim ke komputer mobil untuk mengendalikan transmisi otomatisnya.

Tuas manual ini hanya mengontrol gigi 1 sampai 6. Jika ingin mengubahnya menjadi mobil matik 8-percepatan penuh, pengemudi cukup menekan deretan tombol yang tersedia.

Mode otomatis ini wajib digunakan jika ingin merasakan performa maksimalnya, yaitu akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,9 detik dan kecepatan maksimal di atas 340 km/jam.

Paultan.org
Transmisi manual pada Ferrari 12Cilindri Manuale

Untuk masuk ke mode manual, pengemudi hanya perlu menginjak pedal kopling.

Seketika, lampu indikator pola gigi "H" di kenop tuas akan berubah dari putih menjadi jingga.

Sistem ini sangat sensitif dan akurat; pengemudi bisa melakukan teknik heel-and-toe, melepas kopling mendadak (clutch dump), bahkan mobil bisa mogok (stall) jika kopling dilepas secara kasar saat mulai berjalan.

Sistem gabungan matik-manual seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Koenigsegg sudah mengawalinya lewat model CC850 pada tahun 2022.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Tenaga, Ferrari Amalfi Juga Debutkan Oli Mesin Baru

Kai Grossmann
Ferrari 12Cilindri Manuale

Namun bedanya, Ferrari 12Cilindri Manuale ini tidak memiliki paddle shift di setir.

Jadi, satu-satunya cara mengoper gigi sendiri adalah lewat tuas manual di tengah.

Secara teknis berkendara (sasis, kemudi roda belakang, dan fitur elektronik lainnya seperti SSC 8.0), mobil ini sama dengan versi standar.

Namun, penampilannya dibuat berbeda karena setiap unit digarap langsung oleh divisi kustomisasi Ferrari Tailor Made.

Ciri khas model Manuale meliputi logo kuda jingkrak perak di samping yang diukir dengan laser, pelek tempa eksklusif palang lima, dan garis grafis halus pada bagian depan yang terinspirasi dari Ferrari klasik 365 GTB/4 "Daytona".

Konsumen juga bisa memesan striping grafis 6 baris (menandakan 6-percepatan) pada bodi dan jok mobil.

Masuk dalam lini Special Series Ferrari bersama SF90 XX dan 296 Speciale, 12Cilindri Manuale hanya diproduksi sebanyak 1.499 unit di dunia.

Laporan dari Autocar menyebutkan bahwa seluruh unitnya sudah hampir habis terjual.

Belum ada kabar resmi apakah Ferrari akan memasang fitur ini ke model lain, namun melihat biaya risetnya yang sangat mahal, kemungkinan besar teknologi ini juga akan hadir di model Ferrari masa depan.

YANG LAINNYA