GridOto.com - Pasar mobil bekas di Indonesia dinilai memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan pasar mobil baru.
Sayangnya, hingga saat ini belum tersedia data transaksi yang benar-benar mampu menggambarkan besarnya pasar tersebut secara menyeluruh.
Hal inilah yang menjadi salah satu fokus utama Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) di bawah kepengurusan baru.
Sekretaris Jenderal AMBI, Ricky Prawiro, mengatakan pihaknya akan mulai membangun sistem pendataan transaksi mobil bekas dari seluruh anggota asosiasi.
Tujuannya agar pelaku industri, perusahaan pembiayaan, hingga pemerintah memiliki acuan yang lebih akurat dalam melihat perkembangan bisnis mobil bekas di Indonesia.
"Sebenarnya penjualannya saya yakin lebih besar daripada mobil baru. Cuma data real-nya itu yang susah didapat. Itu yang menjadi tujuan kami di DPP, bagaimana mendapatkan data penjualan yang benar-benar akurat," ujar Ricky di sela Musyawarah Nasional (Munas) II AMBI di Jakarta.
Menurutnya, selama ini belum ada basis data yang mampu menggambarkan kondisi pasar mobil bekas secara menyeluruh, padahal industri tersebut terus berkembang dan melibatkan ratusan showroom di berbagai daerah.
Saat ini AMBI telah memiliki sekitar 249 showroom anggota yang tersebar di 21 Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Selain membangun sistem pendataan, AMBI juga ingin memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas melalui kolaborasi antarshowroom dan perusahaan pembiayaan.
Baca Juga: Sekjen AMBI Soroti Pesatnya Teknologi, Pembeli Mobil Listrik Bekas Diminta Lebih Cermat
Ricky menjelaskan, keberadaan AMBI diharapkan menjadi wadah bagi showroom di seluruh Indonesia untuk saling terhubung, memperluas jaringan bisnis, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga pembiayaan.
Menurutnya, showroom di daerah masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses pembiayaan dibandingkan pelaku usaha di Jakarta.
"AMBI membuka peluang bisnis. Kalau di Jakarta mungkin lebih mudah untuk showroom dan lembaga pembiayaan saling terkoneksi. Tapi kami ingin showroom di seluruh Indonesia bisa berkolaborasi, saling mengenal dengan lembaga pembiayaan di daerah masing-masing," jelas Ricky.
Ia berharap semakin banyak perusahaan pembiayaan yang bersedia memperluas layanan kredit kendaraan bekas hingga ke luar kota besar.
Pasalnya, konsumen di daerah masih memiliki pilihan lembaga pembiayaan yang jauh lebih terbatas dibandingkan di Jakarta.
Selain mempertemukan showroom dengan perusahaan pembiayaan, AMBI juga memberikan akses jaringan dengan penyedia garansi, warranty, hingga perusahaan asuransi.
Ricky menyebut keuntungan bergabung dengan AMBI bukan hanya memperluas relasi bisnis, tetapi juga mempermudah kerja sama antarshowroom, termasuk tukar stok kendaraan maupun transaksi jual beli antaranggota.
"Kalau showroom gabung AMBI, koneksinya dapat banyak. Bisa kenal lembaga pembiayaan, garansi, warranty, insurance, sampai showroom-showroom lain. Jadi bisa saling tukar mobil, jual beli mobil, intinya saling terkoneksi," katanya.
Baca Juga: Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 Hadir di Depok, Kulineran Sambil Nonton Tipe-X Gratis
Untuk menjaga kualitas anggotanya, AMBI juga menerapkan proses seleksi sebelum showroom resmi bergabung.
Calon anggota diwajibkan memiliki showroom, stok kendaraan, serta melalui tahapan verifikasi yang dilakukan sekretariat asosiasi.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui sekretariat, situs resmi maupun akun media sosial AMBI sebelum nantinya mengikuti proses seleksi keanggotaan.
Di sisi lain, AMBI juga terus mendorong seluruh showroom anggotanya menerapkan standar layanan yang lebih baik kepada konsumen.
"Kami ingin menciptakan wadah dimana setiap pelaku bisnis mobil bekas, terlepas dari lokasi atau skala usaha, dapat bersatu, bertukar pikiran, dan berkembang bersama di bawah satu payung yang profesional dan terpercaya," ucapnya.
Salah satunya dengan menyediakan laporan inspeksi kendaraan dan garansi sebagai bentuk transparansi dalam transaksi mobil bekas.
Menurut Ricky, laporan inspeksi kini sudah menjadi kebutuhan utama konsumen sebelum memutuskan membeli mobil bekas.
"Kalau sekarang orang beli mobil bekas biasanya minta report inspeksi. Itu sudah menjadi kebutuhan. Jadi kami dorong showroom anggota mengikuti standar seperti itu," tutupnya.
Sekadar informasi, dalam Munas II AMBI, organisasi juga menetapkan Tjung Subianto sebagai Ketua Umum periode baru secara aklamasi.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan AMBI sekaligus mewujudkan basis data industri mobil bekas nasional yang selama ini belum tersedia.