Ricky menjelaskan, keberadaan AMBI diharapkan menjadi wadah bagi showroom di seluruh Indonesia untuk saling terhubung, memperluas jaringan bisnis, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga pembiayaan.
Menurutnya, showroom di daerah masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses pembiayaan dibandingkan pelaku usaha di Jakarta.
"AMBI membuka peluang bisnis. Kalau di Jakarta mungkin lebih mudah untuk showroom dan lembaga pembiayaan saling terkoneksi. Tapi kami ingin showroom di seluruh Indonesia bisa berkolaborasi, saling mengenal dengan lembaga pembiayaan di daerah masing-masing," jelas Ricky.
Ia berharap semakin banyak perusahaan pembiayaan yang bersedia memperluas layanan kredit kendaraan bekas hingga ke luar kota besar.
Pasalnya, konsumen di daerah masih memiliki pilihan lembaga pembiayaan yang jauh lebih terbatas dibandingkan di Jakarta.
Selain mempertemukan showroom dengan perusahaan pembiayaan, AMBI juga memberikan akses jaringan dengan penyedia garansi, warranty, hingga perusahaan asuransi.
Ricky menyebut keuntungan bergabung dengan AMBI bukan hanya memperluas relasi bisnis, tetapi juga mempermudah kerja sama antarshowroom, termasuk tukar stok kendaraan maupun transaksi jual beli antaranggota.
"Kalau showroom gabung AMBI, koneksinya dapat banyak. Bisa kenal lembaga pembiayaan, garansi, warranty, insurance, sampai showroom-showroom lain. Jadi bisa saling tukar mobil, jual beli mobil, intinya saling terkoneksi," katanya.