"Saat ini kendaraan sudah diamankan untuk pemeriksaan forensik guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kami juga sudah memanggil orang tua anak tersebut untuk dimintai keterangan terkait tanggung jawab pengasuhan, sehingga proses hukum bisa terus berjalan," tambahnya.
Meski begitu, polisi belum menetapkan tuntutan apa pun karena masih menyelidiki kronologi lengkapnya.
Bocah tersebut juga belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi syok berat.
Sebagai informasi, hukum di Thailand mengatur bahwa anak di bawah usia 12 tahun bebas dari tuntutan pidana.
Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi peringatan keras bagi masyarakat luas terkait keselamatan berkendara.
Baca Juga: Mujur, Suzuki Carry Pikap Dimaling dan Kembali Dalam Kondisi Lebih Mulus Dari Sebelum Dicuri
Thailand sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan rekor keselamatan jalan raya terburuk di dunia.
Kasus kecelakaan maut sangat sering terjadi akibat faktor ngebut, mengemudi dalam kondisi mabuk, serta lemahnya penegakan hukum.
"Kami sebenarnya sudah sangat ketat soal keselamatan jalan raya beberapa tahun terakhir ini. Kasus ini harus menjadi pelajaran berharga, bukan cuma untuk provinsi kami, tapi untuk masyarakat luas dalam mencegah kecelakaan," kata Worayan.
"Saya rasa semua pihak, khususnya orang tua, harus lebih peduli dan ikut membantu (mengawasi anak-anak), karena tentu tidak ada satu pun dari kita yang ingin hal tragis seperti ini terjadi," pungkasnya.