“Soalnya koilnya mengaliri listrik lebih besar dengan busi yang celah atau gapnya cukup besar,” jelas Diko.
Celah atau gap pada busi motor biasanya berkisar 0,6 mm hingga 0,9 mm.
Sedangkan pada busi yang punya celah atau gap besar berkisar 1,0 mm sampai 1,3 mm seperti pada busi Laser Iridium kepunyaan NGK.
Nah, gaimana dengan busi yang sudah mulai aus yang biasanya celah atau gap elektroda pusat dan groundnya jadi jauh?
Menurut Diko, kondisinya berbeda, soalnya yang membuat celah atau gap aus lebih jauh karena groundnya sudah terkikis.
“Kalau busi aus celah atau gap antara elektroda pusat dengan ground memang lebih jauh, tapi justru apinya jadi enggak fokus karena groundnya sudah tipis,” tutupnya.
Itulah dia gaes kenapa celah atau gap pada busi motor bekas kalian mempengaruhi performa mesin.
Baca Juga: Bukan Cuma Susah Starter, Ini Ciri-ciri busi Motor Bekas Mulai Lemah