GridOto.com - Gelaran Auto China 2026 atau dikenal juga dengan nama Beijing Auto Show 2026 jadi ajang pamer teknologi otomotif terkini.
Pameran yang digelar mulai 24 April hingga 3 Mei 2026 ini, menyajikan fitur dan teknologi mutakhir yang akan diekspor produsen mobil Cina ke seluruh dunia.
Berlokasi di China International Exhibition Center (Shunyi Hall) dan Capital International Exhibition Center of China, Beijing Auto Show 2026 mengirim sinyal kuat, Cina tidak main-main untuk mendominasi dunia otomotif global.
Jumlah mobil yang dipajang juga enggak main-main, ada 1.451 kendaraan. Termasuk ada 181 peluncuran perdana dunia dan 71 mobil konsep.
Pabrikan mobil yang hadir bukan cuma dari Cina seperti Chery, Lepas, Geely, Changan, Xpeng, dan GAC Aion, tapi juga brand Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.
Di ajang Beijing Auto Show 2026 ini terlihat dunia otomotif sekarang ini bukan sekadar menampilkan kendaraan saja, namun bagaimana produsen membangun sebuah ekosistem mobility. (Tim OTOMOTIF)
Paduan AI System dan Teknologi Hybrid
Produsen Changan dengan kekuatan 1.000 insinyurnya telah mengembangkan teknologi Blue Core Hybrid.
Blue Core Hybrid memadukan mesin bensin, baterai hingga motor listrik yang efisien.
Mesin bensin Blue Core Hybrid dilengkapi dengan injektor dengan tekanan 500 bar yang diklaim mencapai efisiensi thermal hampir 45 persen.
Baca Juga: Pakai Teknologi Blue Core Hybrid, Changan CS55 dan CS75 Bakal Masuk ke Indonesia?
Tujuannya agar seluruh bahan bakar bisa dimanfaatkan secara optimal.
"Blue Core Hybrid bisa menjadi solusi hybrid global dari Tiongkok," buka Zhu Huarong, Chairman Changan Group.
Motor listrik pada Blue Core Hybrid juga dibuat seefisien mungkin yang diklaim mencapai 98,1 %. Dengan peak power sampai 180 kW yang membuat geraknya semakin halus dan efisien.
Selain itu, Blue Core Hybrid Changan juga disempurnakan dengan peran AI-Cloud Intelligent Control System.
Sistem AI ini bisa menyesuaikan penggunaan bensin dan baterai listrik berdasarkan kondisi dan permukaan jalan, hingga bisa mendeteksi kemacetan.
Misalnya saat AI membaca terjadi kemacetan pada map, mobil akan secara otomatis menggunakan tenaga listrik.
Tapi ketika memasuki jalan menanjak, teknologi pintar ini akan menghidupkan mesin dan motor listrik.
Berkat teknologi ini, konsumsi bensin Blue Core Hybrid diklaim tembus 2,98 liter per 100 km atau 33,5 km/l untuk ukuran mobil sedan.
Untuk model SUV, Changan mengklaim dapat konsumsi bensin 3,98 liter per 100 km atau 25,1 km per liter untuk mobil SUV.
Baca Juga: Kenalan Dengan Aridge, Mobil Terbang Xpeng Yang Bisa Masuk Bagasi
Mobil Terbang Aridge
Aridge, mobil terbang yang dibikin produsen Xpeng. Perusahaan ini fokus mengembangkan kendaraan udara rendah yang bukan cuma canggih, tapi juga realistis dipakai sehari-hari.
Targetnya menghadirkan solusi mobilitas baru, mulai kebutuhan terbang pribadi, perjalanan jarak pendek, sampai potensi layanan publik di masa depan.
Bicara dapur pengembangan, Aridge punya pusat R&D di Guangzhou dengan dukungan laboratorium di Shanghai.
OTOMOTIF berkesempatan mengunjungi pabrik tersebut pada Rabu (22/4/2026). Berdasarkan pengalaman yang kami lihat, fasilitas produksinya terbilang enggak main-main.
Produksinya cukup modern dengan banyak menggunakan robot. Adapun tempat ini digunakan untuk uji produksi, validasi, sampai produksi massal.
Pabrik ini nantinya fokus memproduksi pesawat atau drone dari konsep mobil terbang modular 'Land Aircraft Carrier'.
Dari sisi tim, Aridge dihuni lebih dari 1.600 orang dengan mayoritasnya adalah engineer dan tenaga teknis.
Sekitar 80 persen fokus di R&D, jadi tak heran kalau pengembangan teknologinya terbilang agresif.
Baca Juga: Aridge Jadi Langkah Nyata Xpeng Wujudkan Cita-cita Mobil Terbang
Soal inovasi, mereka juga serius. Hingga akhir 2024, Aridge sudah mengajukan lebih dari 900 paten secara global.
Cakupannya luas, mulai dari sistem tenaga, keselamatan, avionik, sampai teknologi autonomous driving dan kontrol penerbangan. Strategi produknya pun dibuat bertahap.
Di fase awal, Aridge fokus memperkenalkan mobil terbang modular “Land Aircraft Carrier” yang dirancang lebih simpel dan mudah digunakan.
Setelah itu, mereka bakal masuk ke pengembangan mobil terbang tiltrotor yang punya kecepatan lebih tinggi dan jarak tempuh lebih jauh.
Tahap akhirnya, baru ke konsep eVTOL yang bisa dipakai untuk mobilitas dalam kota secara langsung, alias door-to-door.
Mobil berukuran panjang 5,5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter ini bisa membawa drone terbang masuk ke dalam bagasinya.
Teknologi andalannya adalah sistem lepas-pasang otomatis. Pesawat atau drone bisa keluar masuk dari mobil hanya dengan menekan satu tombol.
Bahkan, prosesnya diklaim kurang dari lima menit.
Selain untuk membawa pesawat, mobil ini juga menjadi sumber daya, alias bisa charging drone kapan saja.
Baca Juga: Mobil Terbang Diprediksi Banyak Digunakan 10 Tahun ke Depan, Ini Alasannya
Mobil dengan kapasitas empat penumpang ini, punya jarak tempuh yang diklaim lebih dari 1.000 km.
Beralih ke pesawatnya, modul terbang yang diberi nama eVTOL ini, punya 6 baling-baling yang bisa otomatis terlipat saat ingin dimasukkan ke dalam mobil.
Drone ini diklaim punya kecepatan maksimal sampai 72 km per jam, dengan durasi terbang sekitar 20 menit atau jarak hingga 20 km.
Cara mengoperasikan pesawatnya diklaim simpel banget.
Cukup pakai satu tuas, bahkan ada juga mode otomatis yang bisa atur rute, bantu mendarat, sampai balik ke titik awal.
Dengan segala kelebihannya, kendaraan ini diklaim cocok buat berbagai situasi, bukan cuma buat gaya hidup, tapi bisa juga dipakai untuk evakuasi medis, penyelamatan, sampai kondisi darurat ke area sulit dijangkau.
Berdasarkan info yang dijelaskan saat kunjungan pabrik, Land Aircraft Carrier ini ditargetkan mulai diproduksi massal pada akhir 2026, dengan harga sekitar 30.000 USD atau kalau dirupiahkan setara Rp 5 miliar.
Autonomous Driving
Test drive tapi enggak driving. Agak aneh sih memang, tapi ini kejadian real karena Xpeng P7 punya sistem autonomous driving canggih yang dikasih nama VLA 2.0. Lewat teknologi ini, Xpeng P7 bisa ‘nyetir’ sendiri kayak driver pribadi.
Baca Juga: Teknologi Autonomous Driving VLA 2.0 Bisa Diterapkan di Luar Cina? Begini Penjelasan Bos Xpeng
VLA 2.0 (Vision-Language-Action) adalah sistem pengemudian otonom penuh generasi terbaru dari Xpeng yang berbasis AI.
Dirancang untuk navigasi skenario kompleks, sistem ini menawarkan berkendara yang mulus, aman, dan intuitif, bahkan di jalan sempit.
OTOMOTIF sempat menjajal mobil ini keliling kota. Untuk mengaktifkan sistem berkendara mandiri ini pun mudah.
Pertama, atur tujuan mengemudi melalui map di layar head unit. Pengemudi harus menjalan kendaraan beberapa meter. Kemudian mengaktifkan tombol VLA 2.0 yang terletak di kiri stir.
Kendaraan akan berjalan mengikuti tujuan yang telah diseting. Setelah tombol VLA 2.0 ini aktif, peran mengemudi sudah diambil alih oleh teknologi ini.
Begitu pula saat di lampu merah, Xpeng P7 ini akan berhenti mengikuti petunjuk lampu. Jadi, teknologi autonomous ini akan membuat berkendara lebih simpel.
i-HEV Geely
Geely Auto pamerkan teknologi mesin hybrid yang disebut Geely i-HEV Intelligent Hybrid.
Sistem Geely i-HEV menggabungkan mesin pembakaran internal dengan teknologi elektrifikasi mutakhir yang hemat energi, bertenaga, dan tetap nyaman.
Baca Juga: Beijing Auto Show 2026, Geely Pamer Mesin Hybrid Tembus 45 Km/L
Ini bukan hybrid model plug-in yang kita banyak kenal di pabrikan Cina, melainkan hybrid konvensional yang bekerja secara seri-paralel tapi punya efisiensi setara plug-in hybrid.
i-HEV dibangun dalam ekosistem Full-Domain AI 2.0 dan arsitektur elektronik GEEA 3.0.
Sistem ini memanfaatkan model Xingrui AI Cloud Power 2.0 serta teknologi AI digital chassis terbaru.
Dari sisi performa, i-HEV menggunakan motor listrik dengan tenaga hingga 230 kW atau setara 308 dk memberikan sensasi berkendara yang responsif, kuat, dan kenyamanan lebih tinggi.
Hanya dengan mode EV, i-HEV dapat melaju dalam mode listrik murni hingga kecepatan 66 km/jam.
Berkat pengembangan melalui Joule Project, Geely i-HEV mencatatkan peningkatan efisiensi termal mencapai 48,41% yang diklaim tertinggi di dunia untuk mesin produksi massal.
Geely i-HEV telah disematkan pada model Geely Emgrand i-HEV.
Dalam pengetesan di lapangan, Geely Emgrand i-HEV sanggup mencatatkan konsumsi BBM 2,22 liter per 100 km, atau dikonversi setara dengan 45 km/l.
Konsumsi BBM tersebut sekaligus mencatatkan rekor dalam Guinness World Record untuk konsumsi bahan bakar terendah pada mobil mesin hybrid.
Baca Juga: Galaxy Light, Konsep Mobil Geely Masa Depan Di Beijing Auto Show 2026
Keamanan dan keandalan Geely i-HEV telah diuji secara global dilengkapi redundansi daya, sistem keamanan baterai Aegis, serta baterai hybrid berpendingin cair yang memenuhi standar global terkini.
Bahkan juga sudah terbukti dengan uji durabilitas selama 15.000 jam yang setara sekitar 4,8 juta kilometer.
Sistem hybrid NordThor yang satu keluarga dengan Geely i-HEV telah digunakan pada lebih dari 1,15 juta unit dengan total jarak tempuh hampir 25,4 miliar kilometer.
Teknologi GPMA GAC, Satu Sasis untuk Semua
GAC Group punya teknologi struktur sasis canggih yang diberi nama Global Platform Modular Architecture (GPMA).
OTOMOTIF diajak GAC Indonesia untuk melihat langsung teknologi GPMA ini di GAC Technology Museum, Guangzhou, China (21/4/2026).
Inovasi ini pertama kali diperkenalkan secara luas pada tahun 2019 untuk menghadirkan kendaraan GAC masa depan yang lebih fleksibel dan lebih efisien.
Teknologi GPMA ini memungkinkan satu sasis dapat diubah jarak sumbu rodanya sesuai kebutuhan dengan dipanjangan di bagian tengah.
Agar bisa dibuat jadi tiga jenis mobil, desain sasis ini menitik beratkan pada optimalisasi tata letak ruang mesin dan kabin, untuk mencapai pusat gravitasi terbaik guna meningkatkan stabilitas.
Baca Juga: Lihat Langsung Teknologi GPMA GAC dari Guangzhou, Satu Sasis Bisa Jadi Sedan, MPV dan SUV
GPMA didesain untuk bisa mendukung berbagai jenis sistem penggerak, mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik murni.
Untuk kekuatan dan mendukung keselamatan, sasis GPMA menggunakan baja berkekuatan tinggi yang lebih dominan pada struktur rangka utama.
Bahkan di beberapa situs mengatakan kalau sasis ini mendapat 5 bintang dalam tes NCAP.
Kehadiran unit potong GPMA di museum ini menjadi bukti nyata ambisi GAC dalam memimpin era transformasi teknologi otomotif di kancah global.
EV Pertama Lepas Bakal Dijual di Indonesia
Lepas yang merupakan akronim dari "Leopard" dan "Passion" merilis dua mobil listrik sekaligus di Beijing Auto Show 2026.
Perkenalkan Lepas L4 BEV dan Lepas L6 BEV, yang nantinya pas dijual di Indonesia akan dikasih nama Lepas E4 dan E6.
L4 BEV dan L6 BEV merupakan mobil listrik pertama Lepas di dunia.
Sebelumnya, mobil pertama mereka yang meluncur pada 2025 lalu, yaitu Lepas L8 yang berjenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Baca Juga: Mobil Listrik Lepas L4 dan L6 Meluncur di Beijing Auto Show 2026
"Ini adalah bagian dari strategi energi baru global terbaru Lepas," jelas Zai Xiaobing, CEO Lepas dalam sambutannya.
Sama seperti Lepas L8, L4 dan L6 merupakan mobil berjenis SUV, tapi beda di ukuran atau segmen yang dibidik saja.
Lepas L4 BEV merupakan compact SUV yang memiliki dimensi panjang 4.406 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.635 mm, wheelbase 2.700 mm, dan ground clearance 160 mm.
Lepas L4 dibekali motor listrik tunggal bertenaga 160 kW atau sekitar 214 dk yang ditaruh di roda depan (FWD).
Ia dibekali baterai LFP dengan kapasitas 65 kWh yang diklaim bisa membawa mobil sejauh 500 km.
Sama seperti mobil listrik dari Cina lainnya, Lepas L4 ini dibekali sejumlah fitur canggih seperti 21 ADAS.
Sementara itu Lepas L6 BEV merupakan mid-size SUV yang memiliki panjang 4.570 mm, lebar 1.852 mm, tinggi 1.683 mm, dan wheelbase mencapai 2.700 mm.
L6 dibekali motor listrik tunggal di roda depan yang mampu menghasilkan tenaga 178 kW atau sekitar 242 dk.
Lepas L6 BEV dibekali baterai LFP berkapasitas 67 kWh yang diklaim bisa membawa mobil berjalan sejauh 510 km (NEDC).
Baterainya bisa diisi DC Charging 120 kW dengan pengisian 30% sampai 80% dalam waktu 20 menit saja.
Baca Juga: Bocor, Lepas Akan Rilis Dua Mobil Listrik di Beijing Auto Show 2026
Chery QQ Full EV
Bisa dipastikan kalau Chery QQ, hatchback mungil yang ikonik itu akan hadir kembali di Tanah Air.
Tentu saja sudah banyak berubah dari Chery QQ yang dulu pernah masuk ke Indonesia pada 2003.
“Chery QQ saat ini adalah hatchback terbaru Chery dengan powertrain full EV dan ia punya baterai yang membuatnya mampu berjalan dengan jarak tempuh hingga 400-an km,” ucap Arthur Panggabean, Head of Marketing Chery Indonesia yang mendampingi rekan-rekan jurnalis di Beijing Auto Show 2026 (24/4/2026).
Betul sekali, Chery QQ sekarang sudah menjelma jadi battery electric vehicle (BEV) sesuai dengan tren global saat ini.
Powertrain mobil listrik memberi Chery QQ banyak keuntungan, selain lebih ramah lingkungan ia juga semakin murah ongkos operasionalnya, karena harga listrik cenderung lebih murah dibanding harga bahan bakar minyak.
Apalagi di Indonesia, skema kebijakan yang dibuat pemerintah membuat mobil listrik termasuk Chery QQ lebih ringan kepemilikannya.
Tak lain karena pajak yang lebih enteng dan fleksibilitasnya melewati ruas jalan yang memberlakukan sistem ganjil-genap.
Di unit yang dipamerkan Chery di Beijing Auto Show 2026, terlampir nama Chery QQ3. Lho kok bukan Chery QQ?
Baca Juga: Chery QQ Akan Kembali Ke Indonesia Dengan Spesifikasi Lebih Asyik
Biar Anda enggak bingung, Chery QQ ini di Cina memang bernama Chery QQ3 sedangkan di Thailand namanya Chery Q.
Belum ada keterangan resmi mengenai spesifikasi yang lebih detail tentang Chery QQ, namun besar kemungkinan spek yang dijual di Indonesia sama dengan yang ada di Thailand.
Merujuk pada Chery Q yang ada di negara Gajah Putih, Chery QQ punya dimensi 4.195 x 1.811 x 1.573 mm.
Untuk powertrain, ia dibekali motor listrik tunggal yang menggerakkan roda belakang. Tenaganya mencapai 122 dk dengan torsi 115 Nm.
Menariknya adalah baterai. Berkat kapasitas 42,7 kWh berkimia lithium-iron phosphate, Chery QQ diklaim bisa berjalan hingga lebih dari 400 km dengan metode CLTC.
Di Indonesia, dengan spesifikasi motor dan dimensinya, Chery QQ nantinya bisa setara dengan Aion UT atau Geely EX2.
Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 51-XXXV 30 April 2026