Setelah berhasil dievakuasi pada pukul 14.15 WIB, area sekitar mobil langsung disterilisasi dengan garis polisi (police line).
Tim Inafis Polda Jatim bersama Polsek Sedati langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di dalam Kijang Innova dinas berwarna hitam tersebut.
Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto, memastikan jenazah langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat.
Baca Juga: Dua Warga NTT Tewas di Jurang Timor Leste, Jasad Sempat Terperangkap di Kabin Kijang Innova
"Memang benar ada penemuan jenazah di dalam mobil. Korban sudah dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit," kata Iptu Masyita.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan belum bisa berspekulasi mengenai motif maupun penyebab kematian korban, apakah karena sakit, keracunan gas AC, atau ada indikasi tindak pidana.
"Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan petugas. Jenazah korban sudah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk dilakukan pemeriksaan medis dan autopsi lebih lanjut. Petugas juga terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian," pungkas Tri Novi.
Sementara pihak keluarga korban menduga, Ruly sudah meninggal saat dibawa masuk ke area bandara.
Dugaan tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV),Toyota Kijang Innova berpelat merah M 1090 GP memasuki area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sekitar pukul 16.00 WIB, (20/6/26).
Menurut Risang, rekaman itu memperlihatkan ada seorang pria mengenakan masker yang mengemudikan Kijang Innova tersebut.
Sementara kursi penumpang di samping pengemudi terlihat dalam posisi direbahkan.
"Kami menduga, ibu RY ini saat dibawa ke bandara sudah dalam kondisi meninggal," kata Risang, (25/6/26) menukil Kompas.com.
Risang mengatakan, saat ditemukan (24/6/26), tubuh korban berada dalam posisi direbahkan di kursi depan sebelah kiri.
"Dugaan kami, lokasi tersebut cuma untuk menaruh jenazah saja (bukan lokasi utama RY tewas)," ujarnya.
Meski demikian, keluarga mengaku belum dapat menyimpulkan apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana atau disebabkan faktor lain.
Namun, menurut Risang, keberadaan seorang pria yang membawa Kijang Innova berisi korban ke area bandara menjadi hal yang perlu didalami penyidik.
"Tapi yang pasti ada peristiwa seseorang yang membawa jenazah RY ke bandara untuk ditinggalkan. Ada yang berusaha menutupi peristiwa dari kematian RY, itu fakta dari CCTV," ucapnya.
Risang juga mengungkapkan sebelum korban ditemukan meninggal, keluarga tidak pernah mendengar adanya keluhan ataupun persoalan yang dihadapi RY.
"Gak ada, gak pernah cerita ada masalah dan sehari-hari sebelum pergi juga gak ada hal yang mencurigakan," ujarnya.
Namun, suami korban sempat merasa ada kejanggalan pada pesan yang diterima dari RY pada Sabtu pagi.
Menurut keluarga, korban biasanya menghubungi keluarga melalui panggilan telepon, bukan pesan singkat.
"Itu juga janggal, karena jarang chat biasanya langsung telepon. Tapi menurut suaminya, karakter ketikan di pesan itu seperti ketikan Bu RY, tapi kami juga tidak bisa memastikan siapa yang sebenarnya mengirim pesan," tandas Risang.