GridOto.com- Masih banyak pemilik mobil yang menunda servis rutin atau perbaikan ringan dengan alasan ingin menghemat pengeluaran.
Padahal, kebiasaan tersebut justru sering menjadi awal munculnya kerusakan yang lebih besar.
Saat dihubungi GridOto melalui sambungan telepon, Henry Ariansyah, pemilik bengkel Rumsitor di Larangan, Tangerang, mengatakan bahwa kerusakan kecil sebaiknya segera ditangani sebelum merembet ke komponen lain.
"Yang sering kejadian itu kerusakan kecil dibiarin terus, ujungnta merusak bagian lain, biayanya jadi jauh lebih mahal," ujar Henry.
Menurutnya, salah satu kasus yang paling sering ditemui adalah pemilik kendaraan yang terlambat mengganti oli mesin.
Baca Juga: Kunci Darurat di Toyota Veloz Hybrid, Begini Cara Pakai dan Fungsinya
Oli yang sudah melewati masa pakainya akan mengalami penurunan kualitas dan kemampuan melumasi komponen mesin.
Jika terus digunakan, oli bisa berubah menjadi kotoran pekat atau sludge yang mengganggu sirkulasi pelumasan.
Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat dan suhu kerja mesin menjadi lebih tinggi dari kondisi normal.
Dalam kondisi yang lebih parah, kerusakan bisa menjalar hingga ke komponen internal mesin yang biaya perbaikannya tidak murah.
Selain oli, filter udara dan busi juga menjadi komponen yang sering diabaikan pemilik kendaraan.
Baca Juga: Komponen Mobil Punya Umur Pakai Meski Kendaraan Jarang Dipakai
Padahal filter udara yang kotor dapat menghambat pasokan udara ke ruang bakar sehingga proses pembakaran tidak berlangsung optimal.
Kondisi tersebut membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan performa mesin menurun.
Henry juga mengingatkan agar pemilik mobil tidak menunda penggantian kampas rem yang sudah aus.
Menurutnya, kampas rem yang terlalu tipis dapat merusak permukaan piringan cakram jika terus digunakan.
Akibatnya, pemilik kendaraan tidak hanya mengganti kampas rem, tetapi juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki atau mengganti cakram rem.