GridOto.com - Viral aksi Wali Kota Solo, Respati Ardi yang meninggalkan mobil dinasnya di lokasi pembangunan Gereja Mojo.
Lokasi tepatnya berada di kawasan Jalan Sungai Serang (sebelah barat Mako Brimob), Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).
Toyota Innova berwarna putih dengan nomor polisi AD 1 A tersebut terlihat terparkir di sisi selatan Jalan Sungai Serang sejak pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB.
Saat dikonfirmasi, Respati berdalih bahwa keputusan meninggalkan mobil dinas di area proyek rumah ibadah tersebut merupakan bentuk efisiensi atau penghematan anggaran operasional, menyusul kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Intinya karena BBM mundak (naik). Bahan bakar naik. Kita hemat, tidak menggunakan mobil dinas. Mobil dinas saya titipkan Gereja Mojo," kata Respati di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Jumat melansir Kompas.com.
Ketika disinggung lebih lanjut mengenai sampai kapan kendaraan operasional orang nomor satu di Solo itu bakal terus diparkir di lokasi tersebut, Respati berseloroh akan terus membiarkannya sampai harga komoditas BBM kembali turun.
"Sampai BBM-nya rodok medun sitik (sampai BBM-nya turun sedikit)," ucap Respati sembari tertawa di hadapan awak media.
Baca Juga: Terbongkar, Ratusan Motor dan Mobil Dinas Pemkab Ende Nunggak Pajak Rp 175 Juta
Dihubungi secara terpisah, Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo mengaku belum mendapatkan instruksi pasti mengenai sampai kapan mobil dinas Wali Kota Solo tersebut akan dibiarkan menginap di kawasan Mojo.
Menurut Ari, kendaraan dinas Respati memang sudah diparkir di dekat proyek pembangunan Gereja Mojo sejak fajar menyingsing.
"Belum dipastikan (sampai kapan) kata beliau (Wali Kota). Tadi mruput pagi-pagi diparkir di lokasi pembangunan Gereja Mojo. Beliau bilang pokoknya ditinggal sini," katanya membenarkan perihal tersebut.
Guna memastikan keamanan aset negara tersebut selama ditinggal oleh Wali Kota, Ari menjelaskan pihaknya akan memperketat pengamanan di sekitar lokasi parkir dengan melibatkan personel keamanan lingkungan setempat.
"Selama ditinggalkan di lokasi pembangunan Gereja Mojo, katanya akan tetap mendapatkan pengawasan dari petugas Linmas Kecamatan Pasar Kliwon. Intinya kita awasi," ujarnya menegaskan kesiapan jajarannya.
Meskipun alasan resmi yang dilontarkan sang Wali Kota bernada kelakar soal efisiensi anggaran BBM, banyak pihak menilai aksi simbolis ini merupakan bentuk intervensi politik dan jaminan keamanan secara langsung dari kepala daerah agar proses pembangunan tempat ibadah di wilayah tersebut berjalan kondusif tanpa gangguan dari kelompok intoleran.