Omzet Tukang Duplikat Kunci Tepi Jalan Rp 9 Juta Per Bulan, Dulu Bisa Tembus Rp 15-30 Jutaan

Irsyaad W - Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:00 WIB

Duplikat kunci motor dan mobil

GridOto.com - Jangan anggap ramah jasa tukang duplikat kunci motor, mobil maupun rumah di tepi jalan.

Karena omzet mereka bisa jutaan rupiah dalam sebulan.

Salah satu tukang duplikat kunci, Eko (55) di jalan raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengaku bisa meraup omzet Rp 9 juta per bulan!

Tempat kerja mereka hanya gerobak kecil yang tampak sederhana, namun tersimpan aktivitas ekonomi yang luar biasa.

Di salah satu gerobak, ratusan anak kunci tiruan digantung pada kawat besi yang melintang.

Di dalam ruang kerja sempit berukuran sekitar satu meter, dua mesin utama menjadi andalan.

Mesin potong manual dengan tuas engkol digunakan untuk mengikis kuningan kunci.

Di sisi lain, mesin bor vertikal bermerek WENXING dipakai untuk membuat pola kunci modern seperti dimple key yang lebih kompleks.

Ketika proses duplikasi berlangsung, suasana berubah pekak. Gesekan logam berkecepatan tinggi menghasilkan suara nyaring yang memantul ke trotoar.

Namun di balik bisingnya suara mesin itu, aktivitas berjalan tenang.

Baca Juga: Kunci Motor Hilang Jangan Panik, Biaya Duplikatnya Cuma Segini

Lidia Pratama Febrian/Kompas.com
Eko, tukang duplikat kunci motor, mobil dan rumah memiliki lapak gerobak di tepi jalan raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Para pekerja duduk santai di kursi plastik atau di pembatas jalan, sesekali menatap ponsel sambil menunggu pelanggan datang.

Eko mengaku telah menjalankan pekerjaan tersebut sejak awal 1990-an. Artinya sudah lebih dari 30 tahun bergelut dengan kunci dan mesin duplikasi.

"Dari dulu memang di sini sudah banyak yang jualan seperti ini,” ujar Eko saat ditemui di lapaknya, (9/6/26) mengutip Kompas.com.

Eko baru dua bulan menempati lokasi tersebut setelah sebelumnya berjualan di wilayah Kalibata, Jakarta Selatan.

Ia pindah mengikuti rekan sesama tukang kunci yang lebih dulu membuka lapak di Ragunan.

Menurut dia, usaha duplikat kunci tidak memerlukan modal besar, tetapi membutuhkan ketelatenan dan pengalaman.

"Belajar sendiri saja, lihat orang, coba-coba. Tidak ada sekolahnya," tuturnya mengenang masa awal-awal menjadi penduplikat kunci.

Meski teknologi kunci digital mulai berkembang, ia menilai permintaan kunci konvensional masih stabil.

Kunci rumah, motor, hingga kendaraan lama masih menjadi pasar utama.

Dalam kondisi normal, Eko mengaku penghasilan kotor dari usaha ini bisa hampir mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Baca Juga: Wah, Ternyata Duplikat Remote Keyless Motor di Spesialis Biayanya Cuma Segini

Lidia Pratama Febrian/Kompas.com
Mesin pencetak duplikat kunci di lapak gerobak kecil milik Eko di jalan raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Angka itu naik turun tergantung keramaian pelanggan.

"Kadang ramai, kadang sepi. Kalau kotor bisa sampai Rp 9 juta," ujar dia.

Harga jasa duplikat kunci bervariasi. Untuk kunci rumah berkisar Rp 15.000 hingga Rp 20.000, kunci motor Rp 30.000 hingga Rp 40.000, sedangkan kunci mobil bisa mencapai Rp 70.000.

Untuk kunci tertentu yang lebih rumit, tarifnya bisa menembus ratusan ribu rupiah.

Selain duplikasi langsung di lapak, sebagian pelaku usaha juga menerima panggilan ke rumah pelanggan.

Layanan ini biasanya untuk kasus kunci hilang atau pintu terkunci, dengan biaya yang lebih tinggi.

Namun, Eko menuturkan kondisi usahanya beberapa tahun lalu jauh lebih ramai dibanding kini, ketika jumlah pelaku usaha belum sebanyak saat ini.

Pada masa itu, pendapatan para pedagang bisa jauh lebih tinggi.

"Dulu waktu belum banyak yang dagang, bisa Rp 15 juta sampai Rp 30 juta sebulan. Sekarang sudah banyak yang buka, jadi pelanggan terbagi," ujar dia.

Eko juga menyebut, dari pengamatannya selama bertahun-tahun, banyak rekan sesama pedagang di wilayah tersebut yang berhasil meningkatkan taraf hidup dari usaha duplikat kunci.

Baca Juga: Beginilah Proses dan Syarat Duplikat Kunci Mobil Yang Hilang

Lidia Pratama Febrian/Kompas.com
Lapak lain jasa duplikat kunci motor, mobil dan rumah di jalan raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Bahkan, tak sedikit yang mampu membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi, serta membangun rumah dari hasil usaha tersebut.

"Banyak juga yang sudah bisa kuliahkan anak, bahkan ada yang sampai bangun dua rumah dari usaha ini," beber Eko.

Untuk dirinya sendiri, Eko mengaku penghasilan harian saat ini rata-rata berada di kisaran Rp 400.000 lebih per hari, tergantung kondisi ramai atau sepi pelanggan.

Di sepanjang Jalan Raya Ragunan, terdapat sekitar sepuluh lapak duplikat kunci yang berdiri berdampingan.

Kondisi ini menciptakan persaingan ketat antarpenjual.

Seorang pelaku lain, Suyatno (46), yang sudah menekuni usaha ini lebih dari 15 tahun, mengaku tantangan terbesar saat ini adalah banyaknya pelaku usaha baru.

"Saingan makin banyak. Jadi pelanggan terbagi," ujar Suyatno saat ditemui.

Meski demikian, ia tetap bertahan karena keterampilan ini sudah menjadi satu-satunya keahlian yang ia miliki.

"Sudah biasa kerja ini. Yang penting cukup buat hidup," ujar Suyatno.

Ia memperkirakan penghasilan kotor yang didapat selama sebulan berada di kisaran Rp 6 juta hingga Rp 9 juta, tergantung jumlah pelanggan.

Baca Juga: Remote Motor dan ID Tag Hilang Semua Apa Masih Bisa Diduplikat?

Menariknya, hampir seluruh pelaku usaha mengaku tidak pernah meminta identitas pelanggan saat melakukan duplikasi kunci.

Sistem transaksi berlangsung sederhana, pelanggan datang, menyerahkan kunci, lalu menunggu proses selesai.

Suyatno menyebut praktik tersebut sudah menjadi kebiasaan sejak lama.

"Tidak pernah minta KTP. Langsung saja," sebutnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai potensi risiko penyalahgunaan.

Namun, bagi para pelaku usaha, tanggung jawab penggunaan kunci berada di tangan pemilik.

"Kita hanya kerja sesuai permintaan. Mau dipakai apa, kita tidak tahu," ujar dia.

YANG LAINNYA